Kebutuhan Air Bersih di Desa Sukaraja Terpenuhi Dengan Memanfaatkan Program Pamsimas Tahun 2020, Peran Aktif Kaum Perempuan Jadi Ujung Tombak

114
JABAR, banten.indeksnews.com-Air bersih adalah salah satu kebutuhan pokok semua makhluk hidup terutama manusia. Kesulitan mendapat akses air bersih yang aman akan memberi dampak buruk sanitasi dan kesehatan ditengah kehidupan masyarakat.

Masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagian kecil warganya masih ada yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Dengan pola tersebut, kasus diare di Desa/Kecamatan Sukaraja juga masih ditemukan akibat buruknya lingkungan sanitasi dan ketersediaan pasilitas air bersih untuk kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya Program Penyediaan Air Bersih/Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2020 lalu, memberi dampak postif bagi tatanan sanitasi dan kesehatan masyarakat/ warga Desa/Kecamatan Sukaraja.

Dengan keberhasilan pelaksanaan pembangunan program Pamsimas di Desa/Kecamatan Sukaraja tidak terlepas dari peran aktif kaum perempuan yang sehari-harinya banyak bersentuhan dengan urusan sumber air bersih/minum di wilayah tersebut.

Program Pamsimas mengharuskan keterlibatan kaum perempuan setidaknya 40% dalam semua tahapan kegiatan Pamsimas, termasuk dalam pengambilan keputusan dan duduk dalam kepengurusan kelembagaan yang dibentuk masyarakat dalam hal pelaksanaan dan pengelolaan sambungan rumah air bersih/minum kepada masyarakat.

Air bersih
Foto Dok : Ibu Yuli Yulianingsih, warga Kampung Legok Astana Genteng RT 003 RW 016 Desa Sukaraja, terlibat aktif dalam pengelolaan dan pemanfaatan program Pamsimas tahun 2020, hingga kini berkelanjutan.

Pelaksanaan program Pamsimas di Desa Sukaraja pada tahun 2020, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan sarana, tidak luput dari keterlibatan kaum perempuan. Seperti kaum perempuan bernama Yuli Yulianingsih, warga Kampung Legok Astana Genteng RT 003 RW 016 Desa Sukaraja, yang terlibat aktif dalam kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan program Pamsimas tahun 2020 lalu.

Yuli yang aktif di kegiatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) merupakan sosok yang baik, berjiwa sosial yang tinggi, royal dan loyal terhadap warga sekitarnya. Ibu tiga orang anak ini rela membagi waktunya untuk mengurus rumah tangga dan aktif dalam kegiatan Pamsimas.

Yuli dinilai aktif dalam berbagai kegiatan program pemerintah, khusus program Pamsimas bahkan menyediakan rumahnya untuk tempat pertemuan maupun rapat warga kerap dipasilitaskan. Yuli aktif selama proses pembangunan kegiatan Pamsimas dan menjadi Bendahara Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) sejak tahun 2020. Untuk mengelola sarana terbangun, dengan tugas utama mencatat dan membukukan pengumpulan iuran pamakaian air dari warga dimenagement secara teratur.

Masyarakat Desa Sukaraja sudah tertanam setiap program bantuan pemerintah diberikan secara gratis, meski tidak ada kontribusi masyarakat.  Pola pikir yang sudah tertanam sedemikian rupa ini menjadi kendala bagi seorang perempuan bernama Yuli dalam melakukan pendekatan dan sosialisasi manfaat Pamsimas kepada masyarakat.

“Ibu Yuli ini terlibat aktif di semua tahapan kegiatan Pamsimas termasuk dalam pelatihan/peningkatan kapasitas pengurus, rajin mensosialisasikan program Pamsimas kepada masyarakat.  Sosialisasi juga dilakukan  dari mulut ke mulut para kaum perempuan, sehingga sedikit demi sedikit pola fikir masyarakat berubah dan mulai memahami pentingnya iuran air dan pemasangan sambungan rumah (SR) program Pamsimas,” kata salah satu warga Desa Sukaraja Lusmi Alawiyah, dalam tulisan rilisnya yang dikutip, Jum’at 16 Juli 2021.

Lusmi membeberkan, dari rumah ke rumah perempuan bernama Ibu Yuli ini, mensosialisasikan dan memaparkan kepada warga Desa Sukaraja untuk memasang sambungan rumah dan memicu serta mendorong warga masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Air Bersih
Foto Dok : Bangunan penampungan air Pamsimas di Desa Sukaraja, berdiri kokoh dirasakan manfaatnya untuk masyarakat sekitar.

“Getolnya ibu Yuli ini dalam mensosialisaikan manfaat program Pamsimas kepada warga. Membuat warga lebih mengenal program tersebut akan sadar pentingnya perilaku hidup sehat. Agar program yang digulirkan pemerintah dengan menggunakan anggaran APBN tak sia-sia dan tak jadi monumen, berkat sosialisasi yang dilakukan Ibu Yuli kini Desa Sukaraja sudah mendeklarasikan sebagai Desa ODF (Open Defecation Free) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan telah memiliki 92 lebih sambungan rumah (SR),” katanya.

Untuk diketahui, saat ini warga/masyarakat Desa Sukaraja sudah memiliki system penyediaan air minum (SPAM) desa yang baik dan teratur. Kini masyarakat tidak lagi kesulitan untuk medapatkan akses air minum dan bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan pengelolaan sarana oleh masyarakat yang baik dengan melibatkan kaum perempuan, program Pamsimas di Desa/Kecamatan Sukaraja diharapkan, pasilitas sarana air minum dan bersih yang sudah terbangun melalui program Pamsimas tahun 2020 dapat terpelihara dengan baik, berkesinambungan dan memberikan manfaat untuk masyarakat secara berkelanjutan sampai jadi warisan regenerasi anak cucu.

Sumber : Lusmi Alawiyah-FS Kab. Sukabumi/Hartono.

Artikel sebelumyaProgram Pamsimas Desa Cireunghas 2021 Dirasakan Manfaat Untuk Kebutuhan Air Bersih Warga Untuk Berkelanjutan
Artikel berikutnyaLapas Kelas II B Warungkiara Sukabumi, Tutup Program Rehabilitasi Sosial TC Tahun Anggaran 2021