Pengrajin Anyaman Bambu di Cibiru Sukabum, Terus Berkreasi Meski Ditengah Pandemi

62
Pengrajin
Foto Dok/KS : Pengrajin anyaman bambu di Cibiru, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, terus berlanjut dalam berkreativitas sebagai pengrajin, meski di tengah pandemi Covid-19.
JABAR, benten.indeksnews.com-Dengan modal keterampilan dan kreativitas sebagai pengrajin pria bernama Pibsa (37), warga Kampung Cibiru, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bisa mengolah berbagai peralatan rumah tangga yang menarik dengan bahan dasar bambu.

Pibsa yang sebelumnya lama sebagai buruh pabrik almunium daerah Tangerang ini, hingga akhirnya harus pulang kampung (pulkam) dengan kondisi biaya hidup lebih besar dibandingkan penghasilan dan akhirnya fokus sebagai pengrajin sejati (kreativitas bahan baku bambu).

“Sebelum adanya virus corona, saya mengadu nasib didaerah Tangerang sebagai buruh pabrik almunium. Akan tetapi empat tahun merantau di Tangerang, dirasakan kebutuhan hidup disana tak sebanding dengan pendapatan, akhirnya memilih untuk pulang kampung ke Cibiru kembali sebagai pengrajin anyaman bambu,” papar Pibsa melansir dari kabarsukabumi.com, Sabtu 18 Juli 2021.

Setelah kembali berkumpul bersama orang tua dan sanak saudara, ia mencoba menekuni keahlian sebagai pengrajin bambu jenis bambu tali (awi tali/bahas sunda), dengan modal Ilmu yang diwariskan orang tuanya dalam pembuatan kerajinan berbahan dasar bambu, menjadi bermacam-macam kerajinan yang bernilai cukup berharga.

Pengrajin
Foto Dok/Kabarsukabumi : Pibsa (37), warga Kampung Cibiru, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bisa mengolah berbagai kerajinan dengan bahan dasar bambu.

“Kerajinan yang dibuat, seperti membuat bilik (dinding anyaman bambu), gelas, nampan, tempat sendok, rak sepatu, kursi anyaman bambu dan masih banyak lagi. Semua dikerjakan bersama orang tuanya, hingga hasil kerajinan bisa dijual kepasaran bahkan seusai pesanan konsumen,” jelas Pibsa.

Sesekali disela pembuatan kerajinan bambu masih banyak ketersediaannya, Ia turun mengarap lahan sawah milik orang tuanya. Pria kelahiran lahirkan asli Kampung Cibiru (putra daerah), mengaku sudah piawai dalam membuat berbagai kerajinan dari bambu.

“Bahkan suka bingung ketika melihat sisa bambu dari membuatan bilik (dinding anyaman bambu) masih banyak. Akhirnya, sambil merenung mencari inspirasi yang melintas, sisa sisa bahan kadang di manfaatkan menjadi nampan tutup nasi dan lainya,” jelasnya.

Adapun peralatan yang digunakan, ia mengungkapkan, hanya dengan modal gergaji, golok dan pisau raut, sebagai alat utama untuk membuat suatu anyaman dari bambu yang bisa bernilai.

“Dengan ketersediaan bahan awi tali (bambu tali) sebagai bahan dasar, bisa membuat anyaman bilik bambu atau kerajinan anyaman yang menarik lainnya, contoh seperti peralatan dapur,” ungapnya.

Meski saat ini situasi masih dihantui wabah pandemi Covid-19, tak menyusutkan semangatnya dapat iktiar membuat kerajinan dari bambu, hingga bisa jadi rupiah untuk menutupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Alhamdulillah, pelatihan dan bimbingan teknis yang diadakan DPKUKM Kabupaten Sukabumi, maupun instansi pemerintah lainnya. Selalu diikuti untuk memabah wawasan dan ilmu. Selain itu, ada yang bisa diserap untuk memajukan usahanya, dengan tawaran pengajuan proposal bantuan untuk sarana dan prasarananya. Ucap syukur kepada Allah SWT, tahun 2020 usaha saya di bantu oleh DT. Peduli dalam program “UKM Tangguh”, hingga sekarang bisa dirasakan manfaatnya,” tandasnya.**(CR-1/Red)

Artikel sebelumyaPejabat Disdik Kabupaten Cianjur Terjerumus Kasus Korupsi DAK 2018, Ini Ulasan Vonisnya
Artikel berikutnyaPedagang Sakoteng di Sukabumi Tewas Bersimpah Darah, Korban Diduga Ditusuk Pelaku Dengan Sebilah Samurai