Barisan Ksatria Nusantara (BKN) melaporkan KH Najih Maimoen (Gus Najih) ke Polda Jateng.

68
Barisan Ksatria Nusantara (BKN) melaporkan KH Najih Maimoen (Gus Najih) ke Polda Jateng.
Gus Najih putra dari almarhum KH Maimoen Zubair
JAWA TENGAH, banten.indeksnews.com- Barisan Ksatria Nusantara laporkan Gus Najih putra dari almarhum KH Maimoen Zubair dilaporkan karena diduga ceramah kontroversial dan bersifat menghasut masyarakat yang tersebar di YouTube.

Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Mohammad Rofii Mukhlis mengatakan laporan tersebut akan dilayangkan ke Polda Jateng Jumat (16/7/2021). Pihaknya melaporkan video Gus Najih yang tersebut di YouTube maupun grup Whatsapp.

“Banyak yang akan kami laporkan yaitu dugaan penghinaan terhadap PBNU, Gus Dur, Kiai Said, Kiai Muafiq, dan masih banyak lagi. Terakhir video yang mengatakan pembunuhan masal,” ujar Ketua Barisan Ksatria Nusantara saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, tujuan melayangkan laporan bukan untuk memenjarakan Kiai maupun ulama. Pihaknya ingin menghentikan chanel YouTube yang menayangkan ceramah Gus Najih bersifat hasutan, fitnah, makian.

“Kami melaporkan Gus Najih sebagai obyek yang melakukan ceramah,” tutur dia.

Pihaknya, khawatir jika ceramah dari kakak kandung Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen berlanjut akan jadi pembenar. Dirinya ingin ceramah kontroversi yang dilakukan Gus Najih dapat dihentikan

“Ketika dr Lois menyampaikan seperti itu langsung ditangkap dan ditahan. Lha terus apakah perbedaan Gus Najih menurut saya jauh dari yang diajarkan mbah Maimoen Zubair,” tuturnya.

Dikatakannya, banyak video ceramah kontroversial Gus Najih yang telah tersebar di YouTube. Saat ini pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti tersebut untuk dibawa ke Polda Jateng.

“Saya sudah mengcopy video-videonya Kami juga mengeprint berita-berita yang memuat hal tersebut untuk menjadi bukti laporan ke Polda Jateng. Kami khawatir video youtube itu dihapus,” imbuhnya.

Rofii menduga Gus Najih melakukan ceramah di rumahnya di Jawa Tengah. Oleh sebab itu pihaknya melaporkan ke Polda Jateng.

BACA JUGA:  MAKI Temukan Dugaan Pemotongan Insentif Nakes COVID-19 di Salah Satu RS di Serang

“Ini sebenarnya bukan delik aduan. Polisi seharusnya tidak usah ragu dan menunggu laporan dari masyarakat,” kata dia.

Ia ingin Polisi tidak tebang pilih menangani kasus tersebut. Sebelum melayangkan laporan pihaknya juga telah mencoba berkomunikasi santri kepercayaan Gus Najih untuk memberikan klarifikasi.

“Kami juga memberikan waktu untuk melakukan klarifikasi dan meminta maaf,” tandasnya.

Artikel sebelumyaKantor BPOM Jakarta Kebakaran, Belasan Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan
Artikel berikutnyaPuluhan Kejari Dimutasi Dipertepatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61