Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Pengurbanan Umat Manusia Ditengah PPKM Darurat

157
Idul Adha
Foto Dok : M Afrizal Adhi Permana, Sekjen DPP GOIB Sukabumi Raya (kacamata hitam berpeci/kiri), bersama Ece Suhendar M Al-Ghipari, Ketum DPP Gerakan Mujahid Penegak Ajaran Alloh dan Rosul (Gempar) Sukabumi (tengah, peci putih) dan para sahabat organisasi Islam lainnya, disaat orasi menyukai kebijakan pemerintahan di Sukabumi, 2019.
JABAR, banten.indeksnews.com_Esensi dan Subtansi Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah adalah upaya pengorbanan kepada sesama umat manusia. Apalagi saat ini saudara kita sesama muslim maupun non muslim mengalami PPKM Darurat akibat adanya pandemi Covid-19 yang dinilai semakin ganas dan meluas.

Hingga dipertepatan Idul Adha tahun ini, keputusan dalam penanganan untuk menekan kasus akibat virus Covid-19 ini, Pemerintah bahkan mengambil keputusan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sehingga gerak mobilitas Kegiatan masyakarat sangat dibatasi dan terbatas.

Dalam menjalankan kebijakan pemerintah dengan keputusan keputusan pemerintah ditepatnya Idul Adha dengan tujuan untuk menekan penyebaran virus Corona sedini mungkin, meningkatnya kasus terpapar Covid-19 disejumlah daerah. Akhirnya menjadi satu alasan pemerintah dalam memutus mata rantai virus asal wauhan China di Indonesia.

Keputusan pemerintah yang menui pro kontra dari sejumlah pihak masyarakat, dimana langkah pemerintah sudah sangat bijak dan tepat, namun perlu adanya evaluasi dari diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) awal tahun 2021, dilanjutkan dengan PPKM Darurat 3 Juli 20 Juli 2021 dan Presiden RI Joko Widodo pada tanggal hari Idul Adha 1442 H/20 Juli 2021 kembali mewawarkan keputusan untuk memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021.

“PPKM Darurat adalah kebijakan pemerintah sejak 3-20 Juli, ditambah keputusan diperpanjangnya PPKM hingga 25 Juli 2021, keputusan tersebut diambil untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Namun semua jadi dilema sebagian masyarakat yang terdampak PPKM, untuk ikut mendukung upaya-upaya kebijakan dalam penanganan Covid-19, semua harus mempersatukan idiologi dan bertabayun bersama dalam menyikapinya, dengan satu tujuan menekan kasus Covid-19 sedini mungkin, dengan harapan wabah ini cepat segera diatasi dan sirna di tanah air kita tercinta,” ujar M Afrizal Adhi Permana, Sekertariat Jenderal (Sekjen) DPP Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi Raya, didampingi Rudi Samsidi, Humas DPP GOIB, Selasa 20 Juli 2021.

Idul Adha
Foto Dok : Anggota dan Komando Laskar DPP/DPC GOIB Sukabumi Raya disela silaturahmi dan diskusi keagamaan, usai kegiatan Isra Mi’raj di Kecamatan Cireunghas.

Pastinya dengan kebijakan ini, M Afrizal menilai banyak warga masyarakat menengah kebawah harus mengalami kemerosotan ekonomi dan penghasilannya berkurang. Tidak bisa dihindari tentunya, derdampak yang paling miris dirasa sesuai realita pada kondisi meningkatnya kemiskinan, PHK massal dimana-mana, lemahnya penyerapan tenaga kerja, banyaknya pelaku usaha yang gulung tikar dan jalur distribusi ekonomi dirasakan terhambat.

“Semua saudara-saudara kita se-bangsa dan se-tanah air, se-organisasi dan seumut, bahkan se-dunia merasakan akibat serangan virus Covid-19. Mulai dari keputusan diambil pemerintah, untuk tidak boleh beraktifitas terlalu banyak diluar rumah, sekolah diliburkan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka dan bahkan beribadahpun dibatasi dimana disejumlah daerah bahkan tempat ibadah (masjid-masjid) ditutup untuk ibadah berjamaah. Tentu itu sangat membuat miris dan sedih, akan tetapi sebagai rakyat atau umat yang harus ikut bahu membahu mengikuti aturan pemerintah dalam upaya meluasnya Covid-19 ini,” ujar M Afrizal.

Keputusan pemerintah dengan PSBB-nya maupun PPKM Darurat ini, kata M Afrizal, tentunya bagi yang berkecukupan atau keluarga sangat mampu, tentu hal tersebut tidak ada masalah. Tapi bagi warga masyarakat yang hidupnya pas-pasan dan bagi menengah ke bawah alias miskin tidak mampu, pastinya merasakan pedih dan kerap kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Karena itulah momentum Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 Hijriah/2021 ini bisa dijadikan alat perekat kebersamaan dan berbagi antar sesama umat manusia. Setiap insan manusia harus memiliki rasa kepedulian akan sesama dalam bentuk gotong-royong, saling membantu dan saling tolong menolong, begitupun bahu membahu menerapkan protokol kesehatan dikondisi masih adanya virus Covid-19 ini, mari dukung kebijakan dan patuhi anjuran pemeritah dalam penanganan virus ini agar cepat berakhir,” tandas M Afrizal.**

Artikel sebelumyaAhirnya, Presiden Jokowi Perpanjangan PPKM Hingga 25 Juli 2021
Artikel berikutnyaIdul Adha Ditengah Covid-19, Untuk Berserah Diri dan Siap Berkorban Untuk Sesama