Hujan Lebat Menerjang China Ribuan Jiwa Diungsikan

203
CHINA, banten.indeksnews.com_Banjir diakibatkan cuaca ekstrem hujan lebat baru ini menerjang Kota Zhengzhou, Provinsi Sichuan, bagian Negara China Tengah. Sedikitnya 12 orang tewas dan memaksa ribuan orang harus mengungsi.

Melansir dari Voice Of America, hujan lebat selama berhari-hari terjadi di musim panas China, juga menenggelamkan kereta bawah tanah di Zhengzhou, 22 Kamis 2021.

Selain itu, genangan air hujan lebat menyapu jalan-jalan di ibu kota Provinsi Henan, China itu, memaksa pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, harus melintasi permukaan air setinggi pinggang yang menenggelamkan sebagian dan bahkan menghanyutkan mobil-mobil yang terparkir.

Hujan lebat saat itu, memicu ramainya postingan warga netizen disana, di sejumlah media sosial. Para penumpang kereta memposting video sambil menunggu penyelamatan di air berlumpur setinggi pinggang.

_ Subway passengers trapped in the water. pic.twitter.com/IyqmKN7WEr

_ Manya Koetse (@manyapan) July 20, 2021

Seorang penumpang bernama Xiaopei memposting di Weibo bahwa “air di gerbong telah mencapai dada mereka.” sambil menunggu tim penyelamat terjun.

Puluhan waduk dan bendungan (Yihetan) Kota Luoyang, dikabarkan telah mencapai titik kritis. Pihak berwenang telah mengevakuasi 100 ribu warga ke zona-zona aman.

Provinsi Henan yang berpenduduk sekitar 94 juta orang, telah mengalami hujan lebat selama seminggu ini. Pakar cuaca menyatakan Zhengzhou diguyur hujan tiga hari dengan curah yang biasanya turun dalam setahun.

Salah satu Wakil Rakyat Kota Xu Liyi, yang Juga seorang anggota Komite Tetap Partai Komunis provinsi Henan, didampingi Sekretaris Komite Partai Kota Zhengzhou menyatakan tingginya curah hujan beberapa hari terjadi tidak seperti biasa.

“Cuaca ekstrem telah semakin sering terjadi pada musim panas ini di China. Banjir baru-baru ini di Provinsi Sichuan telah menelan korban jiwa dan ribuan orang terpaksa harus diungsikan,” jelasnya.

Liu Junyan dari Greenpeace International menambahkan, dampak bencana banjir akibat hujan lebat, akan berdampak pada semua sektor.

“Karena sangat terkonsentrasinya populasi, infrastruktur dan aktivitas ekonomi, keterpaparan dan kerentanan terhadap bahaya iklim lebih tinggi di kawasan perkotaan.”/Voice Of America.**

Artikel sebelumyaAliansi BEM Sukabumi Pelototi Kebijakan Pemda Kota dan Kabupaten Sukabumi Selang Keputusan Perpajangan PPKM
Artikel berikutnyaPemerintah Mengapa kok PPKM level 4 diperpanjang, namun relatif tidak ada lagi gejolak pembangkangan?