PPDB Tangerang-Tangsel, Masuk SMKN-SMAN Diduga Ada Praktek Jual Beli Kursi

46
PPDB Tangerang-Tangsel, Masuk SMKN-SMAN Diduga Ada Praktek Jual Beli Kursi
ketua YPLKP Puji Iman Jakarsih SH.MH
TANGSEL,banten.indeknews.com – PPDB Maraknya praktik pungutan liar dalam pendaftaran peseeta didik baru tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan negeri dikeluhkan orangtua siswa sepanjang tahun 2020-2021.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun besaran tarif masuk PPDB ke SMKN dan SMAN bervariatif dari nilai nominal sebesar Rp 3.000.000, Rp.5.000.000 sampai Rp.35.000.000 bahkan nilai tersebut masih belum ditambah dengan adanya pungutan lain

PPDB sudah diatur oleh peraturan kemendikbud No.1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru menjelaskan setiap tindakan pelanggaran dapat dikenai sanksi,” ungkap Puji Iman Jakarsih SH MH ketua YPLKP Paragon dalam keterangan pers, Kamis (22/7/2021)

Masih menurutnya peraturan Gubernur Banten No.17 tahun 2021 yang menerangkan bahwa penerimaan siswa-siswi melalui beberapa jalur diantaranya jalur Zonasi, Afirmasi, Ikut orangtua, dan Prestasi

” Jadi seharusnya pihak sekolah harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan dan sesuai peraturan Kemendikbud dan Pergub Banten (Pasal 7ayat 1 Pergub No.17 Tahun 2021),” dijelaskan Puji biasa di sapa awak media

” Sehingga jika memang ada jual beli kursi sebenarmya perlu disampaikan kepada masyarakat berapa rombel (rombongan belajar.red) per kelas yang diperbolehkan ,” imbuhnya

Ia menyebutkan banyaknya kasus dan temuan dengan beragam praktek dilapangan berdasarkan tim survey dan litbang YPLKP Paragon dugaan jual beli kursi terjadi dapat dilakukan hanya oleh oknum yang memiliki kedekatan emosional dengan pimpinan SMKN atau panitia Penerimaan Peserta Didik Baru.

” Tim YLPKP mendapatkan temuan adanya jual beli kursi di beberapa SMAN dan SMKN, dan diduga terjadi di SMAN 3 Ciledug Kota Tangerang, SMAN 5 Pondok Aren, SMKN 1 Ciater, SMKN 2 Pondok Aren, SMA 7 Vila Melati Mas , SMA 1 Ciputat, secara serius diatur secara masif oleh Panitia Penerimaan Peserta Dididk Baru bersama oknum sekolah,” papar Puji

BACA JUGA:  Fenomena Matahari Memutih, Ini Penjelasan LAPAN!

Ditambahkan oleh Puji,” Mirisnya, orangtua siswa dipinta uang masuk dengan kisaran sebesar Rp.3.000.000- Rp.5.000.000, hingga Puluhan Juta Rupiah untuk bisa lolos sekolah.

” Kota Tangerang dan Kota Tangsel haruslah bersih dari monopoli KKN, prestasi bagus pasti pun siswa atau siswi mendapatkan sekolah yang dipilih bukan malah mencetak calon atau kader generasi koruptor oleh pihak sekolahan” tandas Puji

Artikel sebelumyaGubernur Banten : Perlu Internalisasi Dan Pembiasaan Memakai Masker Terhadap Masyarakat
Artikel berikutnyaBadri Suhendi Bergerak Suport Vitamin-C Untuk Ketua RW di Dua Wilayah Palabuanratu