Gara Gara Pengusaha Sumbang Penanganan Covid 19 ke Kapolda SumSel, Semua Seakan Menahan Napas

116
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Gara gara ada pengusaha menyumbang and Rp 2 trilyun untuk penanganan Covid ke Kapolda Sumsel, orang pun mulai bergulir.
Goenardjoadi Goenawan MM Dari Nawacita Sosial Inisiatif
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Gara gara ada pengusaha menyumbang and Rp 2 trilyun untuk penanganan Covid ke Kapolda Sumsel, orang pun mulai bergulir.

“Kalau saja 0.001% orang terkaya Indonesia bersedia menyumbangkan masing2 1 T saja dari kekayaannya. Maka akan terkumpul 2700 T, lebih besar dr APBN. Indonesia pasti bangkit.” ujar Goenardjoadi Goenawan MM Menyemangati

Apakah Gara gara itu akan diikuti pengusaha lain,Paradigma lama ini sudah usang. Assets Pengusaha sekarang zaman now bukan berupa simpanan, namun kredit bank.

Jadi assets Michael Hartono itu adalah Rp 700 trilyun dari kredit bank.

Kedua, konsep sedekah itu adalah syariah, sedangkan konsep non muslim , hak untuk rakyat adalah pajak. Sebanyak 30% untuk pajak.

Ketiga, pada saat pandemi, yang susah adalah kredit bank jalan terus, sementara penghasilan turun drastis.

Beban kredit bank itu 10x lebih dahsyat daripada mereka yang tidak punya duit, karena kredit bank adalah utang.

Oleh karena itu, konsep sumbangan dari pengusaha sudah jadul. Kalau ada pengusaha yang menyumbang itu hanyalah akte waris. Surat wasiat.

Keluarga Penyumbang Dana Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 di Sumsel. Di tengah situasi pandemi yang masih terjadi, nyatanya berbagai bentuk kebaikan yang mengedepankan nilai kemanusiaan juga masih banyak ditemui dengan mudah.

Bahkan, bentuk kebaikan yang dilakukan oleh segelintir orang ini tak jarang memiliki arti dan nilai yang tak terhingga baik secara moral maupun materi.

Belakangan, perhatian publik khususnya masyarakat wilayah Sumatra Selatan tersita oleh pemberitaan mengenai sumbangan dana, yang diberikan oleh keluarga pengusaha dan mengatasnamakan sosok Akidi Tio.

Tidak tanggung-tangung, dana yang disumbangkan diketahui memiliki nominal yang sangat besar, yaitu senilai Rp2 triliun yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat Sumatra Selatan dalam menghadapi situasi pandemi yang kian meningkat.

BACA JUGA:  BLBI: Kaharuddin ongko taipan orde baru diburu satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Rp 8 trilyun

Faktanya, sosok Akidi Tio yang namanya oleh keluarga dijadikan sebagai pihak utama pemberi sumbangan ternyata telah meninggal dunia sejak tahun 2009.

Artikel sebelumyaPenyebab Bank Syariah Berubah Jadi ‘Lintah Darat’
Artikel berikutnyaPolresta Bogor Kota Vaksinasi Ojol di Gedung DPRD