Mengapa banyak orang miskin yang merasa bahwa kekayaan orang kaya biasanya berasal dari keberuntungan?

128
Mengapa banyak orang miskin yang merasa bahwa kekayaan orang kaya biasanya berasal dari keberuntungan?
Gambar Hanya Ilustrasi
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Mengapa Banyak orang Miskin lebih percaya bahwa kekayaan orangkaya berasal dari keberuntungan. SRFadhil Usda menulis : “Saya tidak tahu data statistiknya, mana yang lebih banyak orang kaya dari keturunan atau mereka yang berangkat kaya dari kemiskinan. Dilingkungan saya, rasanya jauh lebih banyak orang kaya dari hasil kerja keras daripada kaya keturunan.”

Mengapa banyak orang miskin beranggapan bahwa jadi kaya raya adalah keberuntungan, ya karena mereka tidak tahu jalan menuju kekayaan.

Saya sendiri lebih cendrung berpendapat, kalau kekayaan bisa di di rencanakan dan di dapatkan. (Walaupun saya sendiri juga belum kaya) Analisa saya pribadi, kekayaan itu tidak bisa di dapatkan hanya dengan kerja keras, banyak variabel lain yang cukup penting tapi sering tidak terlihat oleh orang-orang, dan kabar baiknya hal-hal penting itu bisa kita usahakan.

Sikap Setelah bertahun-tahun saya riset (tanpa hasil yang tertulis) atittude adalah salah satu faktor paling penting untuk merubah nasib, karena faktanya dari sinilah reputasi kita lahir. Kalau kita bisa mengubah sikap menjadi Jujur, Santun dan Disiplin, maka begitulah dunia mengenal kita, begitu juga sebaliknya, siapa coba yang mau berbisnis dengan seorang penipu?

Bertahun-tahun saya berteman dengan banyak orang kaya, sikap inilah yang membedakan mereka dari orang miskin.
Mungkin orang miskin beranggapan kalau orang kaya itu isi otaknya duit aja. Tapi fakta yang saya temukan di lapangan malah terbalik.

Orang kaya lebih mementingkan nama baiknya dan hubungan baik dengan relasinya, bahkan mereka rela mengalami kerugian, asal nama baik dan hubungan baik tetap terjaga.

Demikian sebuah artikel menarik. Menapa orang miskin percaya keberuntungan?

Karena bagi orang-orang kaya, mereka percaya kepada perhitungan data yang akurat. Sebelum mereka menginvestasikan uangnya, mereka tahu bahwa modal bukan satu satunya, yang dibutuhkan adalah kombinasi sikap rendah hati, dan bakat seseorang.

BACA JUGA:  Utang PTPN III 43 Triliun,Merupakan Warisan Manajemen lama

Mengapa mereka mensyaratkan sikap rendah hati? Bagi kekuasaan, mereka melindungi kepentingan mereka dengan sikap jujur, tunduk, dan rendah hati, kalau tidak, mereka tidak bisa mempertahankan kekuasaan uang mereka,, dengan risiko tak terkendali.

Narasumber Goenardjoadi Goenawan MM Penulis Buku Mega skandal abad XXI BLBI

Artikel sebelumyaMAKI Temukan Dugaan Pemotongan Insentif Nakes COVID-19 di Salah Satu RS di Serang
Artikel berikutnyaPemerintah Pastikan Perkara Utang SEA Games 1997 Tetap Berlanjut Meski Bambang Trihatmodjo Cabut Gugatan