Polisi Tetapkan Direktur-Komisaris PT ASA Sebagai Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19 di Jakbar

107
Polisi Tetapkan Direktur-Komisaris PT ASA Sebagai Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19 di Jakbar
Polisi Berhasil bongkar penimbun obat
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Polisi akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus penimbunan obat Covid-19 bernama Azithromycin 500 mg di Komplek Pergudangan, Kalideres, Jakarta Barat.

Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh menyebut keduanya adalah Direktur dan Komisaris PT ASA selaku pemilik gudang tempat obat itu ditimbun yang berhasil di bongkar Polisi.

“Kita Polisi tetapkan 2 tersangka pada kasus ini yaitu Direktur dan Komisaris dari PT ASA ini,” kata Bismo kepada wartawan, Jumat (30/7).

Bismo menyebut penetapan tersangka terhadap keduanya itu berdasarkan pemeriksaan belasan saksi hingga saksi ahli soal kasus tersebut.

Para tersangka itu dijerat pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 14 Jo pasal 5 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan untuk penjadwalan pemanggilan dan pemeriksaan tersangka akan dilaksanakan Selasa,” jelasnya

Diketahui, Jajaran Polres Metro Jakarta Barat membongkar kasus dugaan penimbunan obat Covid-19 bernama Azithromycin 500 mg di Komplek Pergudangan, Kalideres, Jakarta Barat.

Selain menimbun, pelaku juga berupaya untuk memainkan harga obat demi meraup keuntungan. Hal inuni dilakukan karena saat ini obat-obatan terkait Covid-19 menjadi barang yang dicari dan dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi.

Selain Azithromycin, polisi menemukan obat-obatan lainnya yang diduga ditimbun di gudang tersebut, di antaranya parasetamol dan Dexamethason.

Dalam penggerebekan, petugas menemuka obat Azithromycin 500 mg sebanyak 730 box. Sesuai aturan harga obat ini semestinya Rp1.700 per tablet, namun ada dugaan akan dinaikkan menjadi Rp3.350 per tablet.

Selain obat Azithromycin 500 mg, masih ada lagi obat-obatan pendukung yang ditimbun dalam gudang milik PT ASA, di antaranya paracetamol, dan obat-obatan lainnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten
Artikel sebelumyaPagi Tadi, Danlanud dan Dansatpom Lanud JA Dimara Resmi Dicopot, Pergantian Dilakukan Tertutup
Artikel berikutnyaMAKI Temukan Dugaan Pemotongan Insentif Nakes COVID-19 di Salah Satu RS di Serang