Perenang Belanda di Olimpiade 2020 Tokyo, Masih Turunan Jawa

95
Perenang Belanda di Olimpiade 2020 Tokyo, Masih Turunan Jawa
Ranomi Kromowidjojon perenang asal Belanda
TOKYO, banten.indeksnews.com- Perenang Belanda di Balik Cerita Olimpiade 2020 Tokyo, Perenang Cantik Asal Belanda Ini Ternyata Keturunan Jawa, Ini Profilnya.

Dibalik hingar bingar Olimpiade 2021 di Tokyo Jepang, ada seorang atlet Perenag Belanda yang ternyata memiliki darah keturunan Jawa, Indonesia. Siapakah dia?

Dia adalah perempuan cantik Perenang Belanda bernama Ranomi Kromowidjojo. Ia bertanding di Olimpiade 2021 pada 50 meter gaya bebas putri. Berikut sekilas biografi Ranomi Kromowidjojo , Senin (8/2/2021).

Ranomi Kromowidjojo, lahir di Sauwerd, kota kecil di Belanda, 20 Agustus 1990.

Ayah Rudi Kromowidjojo atau Kakek Ranomi adalah orang Jawa dari Banyumas dan Probolinggo. Ranomi sudah tahu silsilah keluarganya.

Ranomi pernah datang ke tanah air untuk mengisi sebuah acara di Indonesia 2018 lalu. Ia datang untuk menceritakan kisah suksesnya di bidang olahraga renang. Saat itu, Ranomi mengaku tak banyak memahami tentang tanah air nenek moyangnya.

Ayah Rudi, kakek Ranomi merupakan tenaga kuli perkebunan asal Jawa yang dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda ke Suriname pada awal abad.

Rudi yang dilahirkan di Suriname kemudian pindah ke Belanda dan menikah dengan gadis negeri tersebut, Netty Deemter.

Dari pernikahan Rudi dan Netty dikaruniai dua anak yaitu Ranomi Kromowidjojo serta saudara laki-lakinya, Chjanoy Kromowidjojo.

Prestasi Ranomi Kromowidjojo

Ranomi Kromowidjojo melakukan debut pertamanya dalam pertandingan Internasional ketika dirinya menjadi salah satu peserta di Kejuaraan Renang Eropa 2006 di Budapest. Saat itu Ranomi menjadi peserta estafet renang gaya bebas 4×100 meter.

Dia memperoleh gelar juara dalam Kejuaraan Renang Jarak Pendek Eropa pada tahun 2007, Kejuaraan Renang Eropa 2008, dan Kejuaraan Renang Jarak Pendek Dunia 2008.

Pada olimpiade 2008, ia memenangkan medali emas pada kejuaraan beregu. Dia mengatakan bahwa ingin mendapatkan juara secara individu 4 tahun kemudian. Ia berjuang pada tahun 2008 hingga 2012.

BACA JUGA:  168 Sekolah di Tangsel Lakukan PTM Terbatas, Belajar Hanya 4 Jam

Olimpiade pada tahun 2008 lalu, tim estafet putri Belanda terdiri dari Inge Dekker, Ranomi Kromowidjojo, Femke Heemskerk, Marleen Veldhuis, Hinkelien Schreuder yang mampu mencatatkan rekor dunia baru.

Setelah mendapatkan medali emas beregu, ia Kembali meraih emas di Olimpiade 2012. Ia meraih medali emas di nomor perorangan, 50 meter gaya bebas di Ompiade London 2012. Di Olimpiade 2012 ia memenangkan dua medali sekaligus.

Atlet keturunan Jawa ini sudah beberapa kali meraih medali, termasuk medali emas untuk negaranya. Tercatat Ranomi Kromowidjojo telah mengumpulkan 37 medali emas, 20 perak, dan 12 perunggu level internasional.

Artikel sebelumyaAmirudin Ayah Apriyani Rahayu, Bermain Bulu Tangkis Bermodal Raket Bekas
Artikel berikutnyaTradisi Emas Bulutangkis Indonesia masih terus Terjaga Di Olimpiade