Dian Ediana Rae PPATK: Bilyet Giro Dana Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio Kosong

143
Dian Ediana Rae PPATK: Bilyet Giro Dana Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio Kosong
Kepala PPATK, Dian Ediana Rae
JAKARTA, banten.indeknews.com– Dian Ediana Rae Pusat Pelaporan dan Analisasi Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan bahwa bilyet giro dana sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio kosong atau tidak ada.

Hal ini disampaikan langsung Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, kepada wartawan, Rabu (4/8/2021). Dian membeberakan hal itu terlihat setelah dipaparkan melalui analisis dan pemeriksaan.

“Sampai dengan hari Selasa kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro tidak ada,” ucap Dian Ediana Rae.

Untuk diketahui, Dian mengaku telah memberikan perhatian khusus sejak sumbangan Rp2 triliun itu dipublikasi. Sebab profil penyumbang tidak sesuai dengan jumlah yang akan disumbangkan, termasuk adanya keterlibatan pihak penerima dari kalangan pejabat publik.

“Pihak PPATK sejak heboh berita itu, terkait rencana sumbangan Ini memang kita sudah masuk melakukan monitoring. Memang ini adalah tugas PPATK untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi seperti ini akan dapat berjalan sebagaimana seharusnnya,” bebernya.

“Keterlibatan pejabat publik seperti ini memerlukan perhatian PPATK agar tidak mengganggu nama baik yang bersangkutan dan institusi kepolisian,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa akan melaporkan analisis dan pemeriksaan PPTK ke Kapoli.” Kita tinggal tunggu beberapa hal setelah itu PPATK ke Kapolri.

“Tinggal Tunggu beberapa , usai itu akan disampaikan ke Kapolri,’ tegasnya.

Seperti diketahui,Usai pemeriksaan dengan pihak kepolisian kemarin, 02 Agustus 2021 anak Akidi Tio, Heriyanti dipulangkan dan tak jadi ada penahanan bagi dirinya. Sebelumnya, dokter pribadi Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan juga telah diperiksa pukul 20.15 WIB.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan alasan keduanya tidak dilakukan penahanan karena mereka sengaja diundang untuk menjelaskan duduk perkara bantuan penanganan Covid-19 sebesar Rp2 triliun yang tak kunjung cair.

Belum dilakukannya penahanan terhadap keduanya adalah karena masih diperlukannya proses penyidikan lebih lanjut. Sebab hingga saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan sumbangan sebesar 2 triliun benar adanya atau penipuan.

Disamping itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallangan juga masih mencari tahu jika benar ada, asal usul uang sebanyak 2 triliun yang diiming-imingi bakal jadi bantuan penanganan Covid-19.

“Masih kita selidiki dana tersebut baik keberadaannya maupun asal-usulnya dari mana, apakah dari luar negeri atau dari mana, kita belum tahu,” ucap Hisar.

Sebagai mana diketahui, beberapa waktu lalu viral di media sosial mengenai penyerahan simbolis bantuan Heriyanti kepada pihak kepolisian. Namun beredar kabar bahwa bantuan tersebut hanya sebuah kebohongan.

Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui motif pemberian dana yang terbilang fantastis tersebut murni sebagai keinginan pribadi dari keluarga almarhum Akidi Tio untuk membantu meringankan masyarakat Sumatera Selatan yang terdampak Covid-19.

“Sejauh ini motifnya baik secara pribadi untuk membantu, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada penyelesaiannya,” ujar Hisar.

Artikel sebelumyaCari Tersangka Baru Asabri,  Nominee dan Staf Bentjok,  Heru dan Piter Dicecar
Artikel berikutnyaDua Koruptor Bansos Rp3,5 Miliar Tangerang Ditangkap