Mulyadi Jayabaya Kadin Banten: Kita Jangan Terlena walau PPKM di Banten Turun Level

100
Mulyadi Jayabaya Kadin Banten: Kita Jangan Terlena walau PPKM di Banten Turun Level
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Mulyadi Jayabaya kita jangan terlena Dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 3-9 Agustus 2021, di Provinsi Banten ada beberapa daerah yang mengalami perubahan kriteria level kewaspadaan.

Berdasarakan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kota Serang kini masuk kriteria level tiga dengan beberapa pelonggaran terang Mulyadi Jayabaya.

Dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya, penurunan level PPKM di beberapa wilayah Provinsi Banten ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan juga dunia usia. Namun ia meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak terlena dengan penurunan level ini.

Kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) harus terus ditingkatkan, sehingga harapannya level PPKM di Provinsi Banten bisa terus turun.

“Dengan penurunan level PPKM ini, kita jangan sampai terlena. Harus tetap disiplin prokes. Karena Covid-19 ini masih sangat riskan dan bisa saja naik lagi. Kalau Covid-19 tidak cepat selesai, ini juga bisa mengkhawatirkan bagi ekonomi karena akan banyak pekerja yang dirumahkan,” kata Jayabaya .Selasa (3/8/2021).

Terkait adanya beberapa pelonggaran untuk dunia usaha di wilayah-wilayah yang menjalankan PPKM level tiga, Jayabaya mengatakan Kadin Provinsi Banten sangat menyambut baik, meskipun pelonggaraan yang diberikan belum cukup kuat untuk mendorong sektor usaha. Namun pada prinsipnya Kadin Provinsi Banten sangat mendukung kebijakan PPKM agar masalah pandemi Covid-19 bisa segera dituntaskan. Dengan begitu pemulihan ekonomi bisa lebih cepat terjadi.

Selain disiplin menerapkan prokes, menurut Jayabaya kunci penting lainnya untuk mengendalikan Covid-19 adalah dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Pelaku usaha juga sangat mendukung akselerasi vaksinasi melalui program vaksinasi gotong royong.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Tugu Pamulang

“Di Banten ini indusri sangat banyak. Kita mengusulkan kepada Kadin Indonesia, di sini ada 3.587 industri, tetapi baru 27% yang melakukan vaksinasi. Kami mengusulkan kepada Kadin Indonesia untuk menjembatani percepatan vaksinasi di Banten. Mereka (pelaku usaha) juga siap, bukan hanya yang gratis, tetapi juga yang membayar dalam program vaksinasi gotong royong,” kata Jayabaya.

Artikel sebelumyaDua Koruptor Bansos Rp3,5 Miliar Tangerang Ditangkap
Artikel berikutnyaBupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara segera disidang