Pandemi corona membuat Indonesia makin terjerat utang

102
Pandemi corona membuat Indonesia makin terjerat utang
foto ilustrasi utang
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Pandemi Corona membuat Negeri ini mengalami kondisi utang makin mendalam karena tak seimbang dengan pendapatan. Ekonom INDEF Riza Annisa Pujarama menyoroti keuangan pemerintah yang sejak sembilan tahun terakhir mengalami defisit.

Sejak awal pandemi pada 2020 hingga sekarang, kondisi keseimbangan primer semakin menurun tajam.

“Bisa dikatakan pemerintah dimasa pandemi membayar utang dengan menarik utang baru seperti gali lubang tutup lubang,” kata Riza dalam sebuah diskusi virtual, Selasa, (10/8).

Keseimbangan primer merupakan selisih antara nilai pendapatan pemerintah dengan pengeluaran untuk belanja di luar pembayaran untuk bunga utang. Keseimbangan primer negatif bila pendapatan negara lebih kecil dibandingkan belanja atau mengalami defisit.

“Terjerat Utang, Gali Lubang Tutup Lubang”

Statement ini bisa ya bisa tidak. Karena konsep uang simpanan & utang berlawanan, itu konsep jadul.

Konsep seperti itu disebut zero sum game, ada yang untung dan rugi.

Zaman sekarang beda, uang bukan simpanan, namun adalah utang kredit bank debt based economy. Oleh karena itu, World bank dan negara-negara donor pasti untung. Demikian negara Indonesia dipaksa naik menambah jumlah suplai uang beredar, berasal dari utang kredit World bank, debt.

Arah nya sudah satu arah tidak bisa mundur dipaksa terus naik naik naik. Sekali tersedak langsung krisis moneter.

Sekarang gejala krisis moneter sudah menunjukkan gejala kondisi tingkat bunga kredit naik secara praktek de facto sekitar 20% per tahun.

Iklan KPR memang ada yang Bunga 4% namun itu subsidi harga developer. Anda cari refinancing atau pasar sekunder sudah kering.

Ratusan ribu pedagang pasar-pasar sudah tutup kebutuhan modal membengkak pasar uang kering

BACA JUGA:  Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten
Artikel sebelumya5 Smartphone Terbaik dan Canggih Dibawah 4 Jutaan
Artikel berikutnyaGunung Merapi Erupsi 4 Kali Pagi Tadi, Hujan Abu Guyur Sejumlah Desa di Magelang