Tergiur Upah Rp10 Juta, Pemuda Ini Jadi Kurir Sabu Banten-Bogor

86
Tergiur Upah Rp10 Juta, Pemuda Ini Jadi Kurir Sabu Banten-Bogor
Wakapolres Metro Jakarta Barat (Jakbar) AKBP Bismo Teguh
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Tergiur upah tinggi Kurir narkoba jenis sabu jaringan Banten-Jakarta-Bogor berinisial DGA (24), ditangkap polisi di Bogor, Jawa Barat. Kepada polisi, DGA mengaku nekat menjadi kurir sabu lantaran tergiur upah yang tinggi. Terlebih, DGA juga sudah lama menganggur.

“Per kilo Rp 5 juta, jadi ada 2 kilo (barang bukti sabu) jadi Rp 10 juta dan di tergiur akan upah apa lagi sudah lama tak bekerja,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Barat (Jakbar) AKBP Bismo Teguh kepada wartawan, Kamis (12/8/2021).

DGA tergiur upah tinggi  mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lantaran sudah nganggur selama 6 bulan lamanya. Dia beralasan nekat menjadi kurir sabu karena kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“(Nganggur) 6 bulan terakhir. (Jadi kurir) karena kebutuhan,” kata DGA.

Dia mengaku mengambil barang haram itu dari wilayah Serang, Banten. Sabu yang didapatnya itu rencananya akan dikirim ke orang lain di Bogor. “Ngambil (sabu) di Serang. Dikasihinnya nggak nentu (ke siapa). (Kirim) ke daerah Bogor,” ucap DGA.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar Kompol Danang Setiyo menyebut DGA berupaya mencari penghasilan yang lebih baik dengan menjadi kurir sabu. Kesulitan ekonomi ditengah pandemi COVID-19, membuat nekat menjadi kurir sabu.

“Ini memang menarik kalau bicara ekonomi, semua sekarang lagi susah. Jadi kepingin mencari penghasilan yang lebih baik. Jadi semua faktor akan kami dalami,” terang Danang.

DGA diketahui sudah 1 tahun menjadi kurir sabu. “Dia sudah hampir setahun ini. Jadi ironisnya masih dalam masa pandemi, masyarakat Kita masih banyak yang semakin susah, tapi peredaran narkoba masih tinggi,” imbuhnya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita barang bukti dari tersangka DGA, yakni sabu sebanyak 2 kg senilai Rp2 miliar. Polisi masih memburu 2 pelaku lainnya, MA dan ME, yang diduga sebagai pengendali sabu. Saat ini, kedua pelaku telah ditepakan sebagai DPO.

BACA JUGA:  BLBI: Kaharuddin ongko taipan orde baru diburu satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Rp 8 trilyun

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, DGA dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika No 35 Tahun 2009. DGA terancam hukuman penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Artikel sebelumyaDirpamobvit Polda Banten Pastikan Keamanan Obvitnas dalam Kunjungan silaturahmi Ke PLTGU Cilegon
Artikel berikutnyaPolisi Datangi Rumah Warga Kibarkan Bendera Palestina di Tangerang, Diganti ke Merah-Putih