Indonesia Kembali Terima Vaksin Pfizer, Datang Hampir 1,2 Juta Dosis

89
Indonesia Kembali Terima Vaksin Pfizer, Datang Hampir 1,2 Juta Dosis
vaksin Pfizer
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 di tahap 47 ini, yakni vaksin Pfizer. Vaksin Pfizer yang datang hari ini dalam bentuk vaksin jadi. Jutaan vaksin Pfizer itu diketahui tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

“Hampir 1,2 juta dosis vaksin dari Pfizer dalam bentuk jadi sampai di Indonesia. Kira-kira jumlah persisnya adalah 1.195.340 dosis vaksin,” kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/9/2021). .

Dengan datangnya vaksin Pfizer ini, Indonesia terhitung sudah memiliki sekitar 220 juta dosis vaksin COVID-19. Total vaksin itu tersedia dalam bentuk jadi ataupun dalam bentuk bahan baku.

“Dengan kedatangan ini kita memiliki sekitar 220 juta dosis vaksin baik vaksin jadi maupun dalam bentuk bulk atau bahan baku,” ujarnya.

Bicara soal vaksin Pfizer, Dante menyebut negara kita akan mendapat lebih dari 54,6 juta vaksin. Namun, Indonesia saat ini baru menerima sebanyak 2,7 juta vaksin Pfizer.

“Untuk Pfizer kita akan mendapatkan kurang lebih 54,6 juta 1,5 juta dan ini adalah kedatangan kedua sebesar 1,2 juta,” kata Dante.

Lebih lanjut, Dante menyebut Negara kita saat ini masih terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi COVID-19. Menurutnya, pemerintah menargetkan 2,3 juta dosis suntikan vaksin per-hari pada September ini.

“Sejak 13 Januari lalu, kita mencapai 50 juta orang di bulan Juli atau dalam waktu 26 Minggu. Di akhir Agustus kemarin kita berhasil mencapai 50 juta kedua hanya kurang lebih 6 Minggu sejak vaksinasi pertama. Percepatan vaksinasi sudah sedemikian rupa,” kata Dante.

“Kita targetkan dalam bulan September ke depan kita bisa mencapai 2,3 juta dosis suntikan per hari,” imbuh dia.

Artikel sebelumyaKSB kembali Berulah Akibat penyerangan itu, empat prajurit TNI-AD dilaporkan meninggal dunia
Artikel berikutnyaWHO : Kasus Corona Secara Nasional di RI Turun, Non Jawa-Bali Terpantau Masih Tinggi