LaNyalla Mahmud: Vaksin Nusantara Tak Butuh Duit APBN, Ketua DPD RI Ajak Kepala BPOM Berjiwa Besar untuk Mendukungnya

63
LaNyalla Mahmud: Vaksin Nusantara Tak Butuh Duit APBN, Ketua DPD RI Ajak Kepala BPOM Berjiwa Besar untuk Mendukungnya
LaNyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI lakukan vaksinasi Nusantara
JAKARTA,banten.indeksnews.com— LaNyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI meminta Kepala BPOM untuk berjiwa besar dengan mendukung Vaksin Nusantara yang merupakan karya anak bangsa. Dengan memberi rekomendasi untuk dapat digunakan secara massal.

Menkes Mendukung Hal itu, lanjut LaNyalla, sangat penting, mengingat informasi yang ia dapat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam pertemuan dengan Komisi IX DPR RI, pada prinsipnya telah memberi dukungan.

“Saya sendiri adalah relawan penelitian vaksin nusantara tahap 2, sejak bulan April lalu. Alhamdulillah, sampai sekarang imun saya baik. Saya sehat bugar. Lalu mengapa Kepala BPOM masih meragukan keamanan dan efektivitas vaksin nusantara? Saya siap memberi testimoni yang sebenar-benarnya,” ungkap LaNyalla, Rabu (1/9/2021).

Dia juga menceritakan bahwa ia telah berbicara dan mendapat penjelasan langsung dokter Terawan Agus Putranto, bahwa vaksin nusantara itu murah dan terjangkau.

“Pak Terawan juga sudah menyampaikan ke Komisi IX DPR, bahwa dia tidak butuh dana APBN untuk melanjutkan uji ke fase berikutnya, jadi hanya tinggal goodwill pemerintah saja, khususnya BPOM,” terang Dia.

“Saya pikir Kepala BPOM tidak perlu mencari-cari argumentasi yang intinya melarang dan menghambat upaya anak bangsa untuk memberi kontribusi kepada negaranya. Karena itu saya ajak untuk berjiwa besar. Apalagi Menkes sudah menyatakan mendukung saat hearing di DPR semalam,” pungkasnya.

BACA JUGA:  BLBI: Kaharuddin ongko taipan orde baru diburu satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Rp 8 trilyun
Artikel sebelumyaBrand Expert: Faktor Utama adalah ekonomi, Mata uang sekarang adalah cari sandaran. Siapa yang buta bersandar kepada yang buntung
Artikel berikutnyaKSB kembali Berulah Akibat penyerangan itu, empat prajurit TNI-AD dilaporkan meninggal dunia