Brand Expert: Konsep kekayaan abad XXI

54
Brand Expert: Konsep kekayaan abad XXI
Brand Expert
JAKARTA, banten.indeksneqs.com- Brand expert Zaman jadul kekayaan beda dengan konsep zaman now. Dulu kekayaan itu adalah tabungan sehingga horang kaya identik tabungan nya banyak. Itu dulu.

Menurut Brand Expert Uang zaman old disebut simpanan. Sehingga zaman old, ada disebut keberuntungan. Yaitu antara jual beli ada yang untung / rugi

Brand expert menambahkan Konsep kekayaan zaman now beda. Kekayaan bukan dari simpanan tabungan. Namun kekayaan adalah kredit bank. Oleh karena itu zaman now bukan lagi disebut keberuntungan, namun penggelembungan kredit bank.

Tahun 2000 jumlah suplai uang beredar di Indonesia masih Rp 1400.T sekarang jumlah suplai uang beredar Rp 7000 T artinya 80% uang adalah utang kredit bank. Sisanya adalah tunai. Dengan demikian ukuran uang simpanan uang kartal, tunai tergerus inflasi. Kecuali anda diuntungkan dengan kredit bank.

Oleh karena itu, ada tiga kondisi tingkat kekayaan :

1. Simpanan anda mendapatkan penurunan nilai, kecuali anda putar di investasi. Dengan bunga 4%-5% per tahun, anda cek harga properti naik 10% rata rata per tahun.

2. Kredit bank yang “sehat” adalah sekitar 30%-40% assets anda. Sehingga anda masih sanggup menyediakan cicilan dan terus menikmati cost of money (refinancing) untuk membiayai kebutuhan.

Kebutuhan naik turun, sehingga dengan refinancing jangka panjang, tingkat bunga kredit turun dibandingkan dengan pembiayaan jangka pendek (kartu kredit ).

3. Kredit bank yang “berlebihan”. Artinya ada biaya cost of money yang tinggi, sedangkan konsep bisnis naik turun. Artinya, pada saat naik, biaya cost of money ada kelebihan.

Bisnis naik turun, oleh karena itu, secara jangka panjang, posisi nomor tiga ini, kepastian hidup saat turun. Oleh karena itu, anda harus melewati batas impossible. Keluar naik level.

BACA JUGA:  Menlu Retno: RI Terus Suarakan Isu Keseteraan Vaksin Covid 19

Next level

Kekayaan pada next level adalah kekuasaan anda diciptakan setiap hari. Artinya daya leverage anda melampaui batas impossible. Artinya anda sudah mampu memproduksi kekuasaan dan melampaui uang.

Beberapa usaha mendapatkan kekuasaan, adalah membangun #Kolaborasi. Kongsi. Leverage relationship. Saling mengungkit daya leverage. Seperti anak tangga harus ada partner #berbeda yang menjadi pijakan kaki A&B dan seterusnya naik.

Kesalahpahaman Orang adalah menggantung kepada kekuasaan orang atasan. Ini pun akan terbatas. Ada batas limit. Ibarat anda letnan bisa naik. Pada saat anda letkol atasan anda pensiun.

Ada pepatah horang kaya, “bilamana dengkul kita tidak menghasilkan uang, Darimana dengkul konglomerat mencapai Rp 80.T”.

Artikel sebelumyaDua Warga negara Iran Jadikan Rumah Mewah di Karawaci Jadi Pabrik Sabu
Artikel berikutnyaPresiden AS Joe Biden Anjurkan Dokumen Serangan Teroris 11 September Dirilis ke Publik