Dua Warga negara Iran Jadikan Rumah Mewah di Karawaci Jadi Pabrik Sabu

56
Dua Warga negara Iran Jadikan Rumah Mewah di Karawaci Jadi Pabrik Sabu
perumahan mewah karawaci
KAB TANGERANG,banten.indeksnews.com- Dua warga negara Iran menyulap rumah mewah di Karawaci Tanggerang untuk dijadikan pabrik sabu. Keduanya telah menyewa rumah itu sejak 4 bulan terakhir.

“Pengakuan tersangka dua warga negara iran dia kontrak di sini sekitar Rp 16 juta mungkin per bulan. Ini lokasinya cukup hening ya, ini adalah cluster di perumahan mewah yang mungkin jadi cover bagi mereka agar tidak terpantau,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo kepada wartawan, Jumat (3/9/2021).

Adi mengatakan kedua warga negara Iran pelaku sering berpindah pindah tempat. Hal itu dilakukan untuk menghindari pengejaran petugas.

“Hasil pemeriksaan awal tersangka ini berpindah-pindah. Artinya mungkin ini bagian kamuflase dari tersangka. Kita masih tunggu hasil uji lab bahan-bahan yang kita cek,” imbuhnya.

Hari ini polisi pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi. Tim Labfor dari Mabes Polri diturunkan untuk meneliti sistem produksi dari pabrik sabu tersebut.

Ady menambahkan, pihaknya kini pun tengah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dalam mengungkap riwayat perjalan pelaku selama di Indonesia. Hal itu sebagai upaya untuk melacak potensi lokasi yang kerap dilakukan pelaku dalam transaksi narkoba yang diproduksinya.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi terkait dengan perlintasan yang dilakukan oleh 2 tersangka tersebut. Masih ada pengembangan tim lain dari Satnarkoba Polres Jakbar untuk penangkapan terhadap pelaku-pelaku yang berinteraksi dalam kasus ini,” jelas Ady.

Untuk diketahui, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek sebuah rumah mewah di daerah Tangerang. Rumah tersebut diketahui menjadi tempat pabrik produksi sabu.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten
Artikel sebelumyaAzis Syamsuddin Diduga Suap Eks Penyidik KPK Rp 3 Miliar
Artikel berikutnyaBrand Expert: Konsep kekayaan abad XXI