BLBI, wahhh Ada apa dengan BLBI ?

60
BLBI, wahhh Ada apa dengan BLBI ?
BLBI ilestrasi cover buku

JAKARTA, banten.indeksnews.com,- BLBI Mirip film AADC ada apa dengan cinta. Satgas sibuk sedang menyita jutaan hektar tanah. Sampai lippo bilang, “pemerintah kok nyita tanah milik pemerintah ?”.

Rupanya ada 3 kekeliruan satgas BLBI yang dilakukan sekarang. 1. Tanah assets yang dieksekusi itu telah dikuasai pemerintah sejak 20 tahun lalu. Pihak obligor pun sudah lupa hal tersebut. Orang nya sudah ga ada alias kabur.

2. Ternyata obligasi BLBI tersebut bukan satu satunya korban dari negara, rupanya setelah bank bank disuntik BLBI, ada 4 kategori BDL, bank dalam likuidasi BBO, bank beku operasi, BTO bank take over.

3. Nah yang terakhir ini kemudian dimerger, dan dikuasai pemerintah, akhirnya mendapatkan PEN penambahan penyertaan negara. PEN adalah singkatan pemulihan ekonomi nasional.

Dana tersebut dinamakan OR obligasi rekap. Artinya bank bank BTO tersebut disuntik surat utang negara RI sebesar Rp 400 trilyun.

Kemanakah dana OR Rp400 trilyun tersebut berada?

Sejak pandemi Covid-19, pemerintah menggelontorkan ratusan triliun untuk dana Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN. PEN diberikan kepada berbagai lembaga perlindungan sosial, Pemda, insentif, UMKM, hingga beberapa BUMN.

Tujuannya, agar penerima PEN bisa memanfaatkan dana tersebut untuk mendongkrak perekonomian mereka yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat di tengah pandemi. Dana PEN dicairkan dalam beberapa bentuk, seperti subsidi bunga untuk UMKM, Penempatan dana untuk perbankan, penjaminan kredit modal kerja, dan Penyertaan modal negara untuk BUMN.

Program PEN sendiri dianggarkan pada Juni 2020 dengan jumlah total Rp589,65 triliun. Kemudian naik setelah peningkatan kedua menjadi Rp695,2 triliun pada akhir tahun. Awal 2021, dana PEN dialokasikan oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp356,5 triliun, namun jumlah itu naik secara tajam pada akhir Juli 2020 menjadi Rp744,75 triliun.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten

Tahun depan, Kemenkeu telah mengalokasikan dana PEN untuk awal tahun sebesar Rp321,2 triliun. Dana PEN ini menjadi masalah karena tidak transparan dalam proses pencairannya kepada beberapa lembaga. Yang paling patut disoroti adalah pemberian PEN kepada beberapa BUMN.

Artikel sebelumyaKebakaran Hanguskan Lapas Tanggerang, 41 Napi Tewas, 73 Terluka
Artikel berikutnyaSuami Airin Didakwa Suap 2 Kalapas Sukamiskin Puluhan Juta