Mengapa kita kok sulit menapak tangga kehidupan?

Mengapa kita kok sulit menapak tangga kehidupan?
BLBI ilestrasi cover buku
JAKARTA,banten.indeksnews.com- Mengapa dan Apalagi soal bisnis, gara gara pandemi jangankan yang baru, yang lama saja gulung tikar. Ernest artis film cek toko sebelah, ternyata toko milik ibunya pun tutup.

Mengapa lagi ini Ada teman saya, bisnis nya calo bansos, ya menjadi supply bansos. Terus ganti bitcoin. Terus ganti jual indomaret. Anda tahu, ujungnya kemana? Ya mirip gasing. Tapi zaman sekarang semua juga ganti haluan.

Ada pabrik elektronik terbesar sekarang bikin pabrik hand sanitizer. Kenapa? Cicilan bank itu mau bulan apa berganti apa, hujan berganti kemarau, presiden ganti A, tidak peduli, tiap bulan ada yang cicilan nya Rp 10 M. Tiap hari cicilan Rp 350 juta. Hari sabtu minggu terus jalan mengapa dan bagaimana caranya?

Prinsip dasar caranya pasti menapak tangga kehidupan adalah :

1. Kata Mochtar Riyadi, “bisnis adalah perubahan, namun Bible tidak pernah berubah ” jadi tugas kita adalah menemukan jawaban atas sebuah persoalan panjang.

Tapi apa sih yang persoalan panjang?

Saat diskusi dengan konglomerat yang harta nya Rp 70.T Saya sampaikan bahwa

saya ingin pensiun jadi dosen.
Kenapa kok jadi dosen?
Ya bisa bayangkan saja, sekarang jadi Dokter saja pailit tidak dibayarkan BPJS, Pemilik rumah sakit pun setrok tidak dibayarkan oleh BPJS
Loh kalau masalahnya BPJS, terus Ngapain kamu pengen ikut Jadi dosen? BPJS itu cari solusi nya!

2. Jadi orang-orang berpikir lari dari persoalan. Ya bila tagihan anda akan BPJS Rp 10M anda mungkin menghidari BPJS namun bilamana tagihan nya Rp 2T Bagaimana caranya pun anda selesaikan. Mau menghindari ke neraka pun persoalan tersebut ikut.

Jadi Ada pepatah kuno mengatakan, bilamana persoalan besar butuh tanggung jawab besar.

3. Di atas persoalan besar ada yang lebih besar. Tahun lalu saya menulis buku tentang Mega skandal BLBI.

Satu RT/RW meledek saya
Bapak mau masuk istana?
Bapak mau jadi presiden? Udah 5 kali ganti presiden itu urusan belum kelar. Udah Jadi Oracle ora kelar kelar.

Ya ibarat pengelana, Ada yang udah 20 tahun merana, ada yang masuk pusaran puting beliung BLBI, asalkan kita lihat dari jauh, ga apa apa, ibarat jatuh tertimpa tangga, yang keseleo toh orang lain. Kita bantuin saja.

https://drive.google.com/file/d/1Sk68sAc3S6a2raMhxHhf8UDCdVl2TI2W/view?usp=drivesdk
Buku Mega skandal abad XXI BLBI

Di dunia ada realita dan kebenaran. Realita BLBI itu pagujut riak kolam keruh, keris empu gandring makan korban. Anda melihat secara subyektif atau secara obyektif. Kebenaran tetap ada persoalan yang pasti.

Jadi seperti Mochtar Riyadi, ada yang tidak berubah, itulah caranya kita mengangkat diri menapak tangga kehidupan.

Exit mobile version