Tiga Wilayah di Provinsi Banten Terendam Banjir

74
Tiga Wilayah di Provinsi Banten Terendam Banjir
Kota Serang BNJIR mULAI SURUT
SERANG, banten.indeksnews.com – Tiga wilayah administrasi di Provinsi Banten. Banjir melanda Ketiga wilayah yaitu Kabupaten Serang dan Kota Serang yang terjadi pada Selasa (14/9), sedangkan sehari sebelumnya (13/9) Kabupaten Pandeglang dilanda peristiwa serupa.

Dilaporkan saat banjir terjadi,tiga wilayah tak ada warga di Kabupaten dan Kota Serang yang mengungsi. BPBD setempat melaporkan banjir berangsur-angsur surut pada hari ini, Rabu (15/9).

Banjir DI tiga wilayah meliputi di Kabupaten Serang, banjir melanda tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Tunjung Teja, Pamayaran, Cikeusal, Kibin, Ciruas, Padarincang dan Bandung. Sebanyak 267 KK atau 768 jiwa terdampak di sejumlah kecamatan tersebut.

Jumlah warga terdampak terbanyak berada di Kecamatan Kibin dengan 94 KK (257 jiwa). Selanjutnya, warga terdampak berikutnya berada di Kecamatan Tanjung Teja 80 KK (202 jiwa), Padarincang 28 KK (140 jiwa), Bandung 23 KK (70 jiwa), Cikeusal 32 KK (65 jiwa) dan Pamayaran 10 KK (34 jiwa).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan tidak korban jiwa ketika banjir terjadi dengan ketinggian muka air antara 10 hingga 120 cm. Genangan terparah terjadi di Kecamatan Kibin.

BPBD Kabupaten Serang melakukan kesiapsiagaan apabila dibutuhkan evakuasi warga, serta pendataan dampak banjir. Selain itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa.

Banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi sehingga debit air beberapa sungai meluap, antara lain Sungai Ciujung, Cikalumpang dan Cidanau. Pantauan BPBD juga menyebutkan bahwa sistem drainase buruk memperparah genangan air yang terjadi pada pukul 04.00 WIB waktu itu.

Banjir yang sempat terjadi di Kota Serang juga dilaporkan mulai surut pada hari ini, Rabu (15/9). Sejumlah wilayah administrasi tingkat desa atau kelurahan di empat kecamatan ini terdampak banjir yang terjadi pada pukul 01.00 WIB. Empat kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Serang, Cipocok Jaya, Kasemen dan Taktakan.

Banjir berdampak pada 167 KK dan merendam 167 unit rumah, sedangkan 2 unit rumah warga dilaporkan roboh dan 1 unit masjid terendam.

Bersamaan dengan terjadinya banjir, 1 warga mengalami kecelakaan saat berada di sekitar Sungai Banja yang berada di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya.

BPBD Kota Serang menginformasikan pencarian terhadap warga yang hilang tersebut dilakukan hingga 17.20 WIB, Selasa (14/9). Pencarian korban yang berusia 11 tahun ini akan dilanjutkan tim gabungan pada hari ini, jam 07.30 WIB.

Hujan dengan intensitas lebat ini tidak hanya memicu banjir tetapi juga tanah longsor dan angin kencang. Tanah longsor ini terjadi di Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang dan Cilowong di Kecamatan Taktakan, sedangkan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di dua titik. Tidak ada dampak signifikan akibat dua fenomena tersebut.

Sementara itu, masih di wilayah Provinsi Banten, banjir berdampak di Desa Rocek, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Sebanyak 9 KK yang dilaporkan sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Kejadian tersebut dipicu oleh hujan lebat yang mengakibatkan debit air Sungai Cilancar meluap pada Senin lalu (13/9), pukul 21.30 WIB.

Kerugian material akibat banjir ini antara lain rumah rusak berat sebanyak 2 unit, rusak sedang 5 dan rusak ringan 11 unit.

BPBD Kabupaten Pandeglang menginformasikan air sudah surut pada siang hari, Senin (13/9). Saat banjir berlangsung, pihaknya berada di lokasi dan melakukan kaji cepat serta mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar kepada warga yang terdampak.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten dan Kota Serang berada pada potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Artikel sebelumya11 Terduga Teroris di Jatim Diterbangkan ke Jakarta
Artikel berikutnyaIndonesia Tambah Stok Vaksin Lagi