IGI TANGERANG SELATAN LAKSANAKAN SOSIALISASI 4 PILAR MPR RI

IGI TANGERANG SELATAN LAKSANAKAN SOSIALISASI 4 PILAR MPR RI
kETUA IGI MEEBERIKAN MATERI KEBANGSAAN

TANGSEL, banten.indeknews.com – IGI Kota Tangerang Selatan, Banten melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sabtu (25/09). Dalam rangka turut memasyarakatkan 4 pilar kebangsaan.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Serpong ini terselenggara atas kerjasama IGI Tangsel dengan Sekretariat Jenderal MPR RI. Peserta kegiatan adalah guru baik anggota maupun non IGI serta masyarakat umum sejumlah 170 orang. Hadir pada acara ini Abidin Fikri (F-PDIP), Saadiyah Uluputty (F-PKS), HM. Syafrudin (F-PAN), Ahmad Gaus (narasumber ahli) dan Arrizal M. Yunus (Ketua IGI Tangsel).

Penyelenggaraan kali ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di bulan Desember 2020. Demikian dikatakan Abd. Aziz Rofiq, ketua penyelenggara. Hal ini merupakan wujud kepercayaan Setjen MPR RI kepada IGI, demikian lanjutnya.

Tampil sebagai pembicara pertama, Abidin Fikri menyatakan bahwa perjuangan para pendiri bangsa harus terus digaungkan kepada generasi muda Indonesia. Demikian dikatakan anggota MPR dari Fraksi PDIP yang hadir secara daring. Negara ini dapat terbentuk dan dalam kondisi hingga saat ini adalah buah pemikiran yang mampu menyiapkan rel untuk berjalannya bangsa Indonesia di masa depan.

Sementara itu menurut Saadiyah, negara RI dapat berdiri bukan hanya peran para founding father tetapi juga adanya peran founding mother. Yakni peran para wanita yang mendukung para founding father. Oleh karena itu secara umum, peran wanita dalam pendirian RI tidak dapat dipandang sebelah mata. Selanjutnya 4 pilar kebangsaan ini juga sangat penting dipahami para wanita Indonesia masa kini agar dapat mendidik putra-putrinya menjadi generasi yang cinta tanah air. Dalam kesempatan ini Saadiyah juga hadir secara daring di tengah perjalanan dinasnya ke Majalengka, Jabar.

Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dikuatkan dalam jiwa seluruh bangsa Indonesia dimanapun ia berada. Demikian dikatakan Bang Rudy, panggilan akrab HM. Syafrudin. Hal ini sangat penting karena rasa kebangsaanpun bisa menipis karena pengaruh berbagai hal. Demikian lanjut anggota MPR RI dapil Lombok ini.

Tampil sebagai pembahas, Ahmad Gaus mengawali narasinya dengan mengutip teori perang Sun Zi, bahwa untuk memenangkan pertempuran kita harus berada di tempat yang lebih tinggi. Sebagai bangsa Indonesia, tempat tertinggi yang yang dimiliki adalah 4 pilar kebangsaan tersebut.

“Kita dapat menjadi bangsa modern tanpa tercerabut dari akar kebangsaan,” demikian tandas peneliti senior CSRC UIN Jakarta dan dosen Bahasa dan Budaya SGU Serpong ini.
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya merajut nilai-nilai hubungan spiritual dengan para pendiri bangsa agar generasi muda Indonesia memiliki rasa cinta tanah air seperti yang dimiliki para founding father dan founding mother Indonesia. Demikian seraya mengutip pendapat Abidin Fikri dan Saadiyah Uluputty.Sementara itu dalam sesi diskusi peserta cukup antusias memberikan pertanyaan dan tanggapan. Dipandu oleh Sofa Sofiana, terungkap usulan salah satu peserta agar peran kesultanan lokal yang banyak memberikan sumbangan materiil pada saat Indonesia baru berdiri dicatat dalam sejarah.

“Banyak kesultanan daerah yang memberikan ribuan gulden sebagai modal awal berdirinya RI, namun hal ini jarang tercatat dalam sejarah Indonesia,” demikian ungkap peserta dari Forum Dzuriyat Kesultanan Banten. Menanggapi hal ini anggota FPAN tersebut menyambut positif dan akan membawanya ke pembahasan di MPR RI. Ia juga menyarankan agar IGI mengganti slogannya dengan Bahasa Indonesia. “Supaya lebih Indonesia,” demikian ujarnya.
Acara ditutup dengan pembacaan puisi “Kembalikan Indonesiaku Padaku” karya Taufik Ismail dan “Sahabat” oleh Bang Rudy. RIZZAL

Exit mobile version