Ada apa dengan Indomie Daftar 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2021 sangat besar perubahan.

33
Ada apa dengan Indomie Daftar 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2021 sangat besar perubahan.
indommie
JAKARTA,banten.indeknews.com –Ada Apa bisaTerpental keluar dari Top 10. Zaman tapos jadul keluarga Sudono Salim menjadi nomor satu, Walaupun setelah reformasi digeser oleh Susilo Wonowijoyo. Namun di tahun 2021 posisi Salim group bergeser sebelumnya nomor 4 terpental keluar. Benarkah?

Nah ada apa Kisah Salim group di tahun 2021 terpental keluar dari Top 10 terkaya di Indonesia, ya tapi kenyataannya secara de facto kekayaannya Salim group adalah bercampur dengan Budi Hartono, Michael Hartono posisi teratas juga dengan Chaerul Tanjung, Harry Tanoe, dan Teddy Kattuary grup Wings food. Mereka semua mirip keluarga Eka Tjipta yang kalau dikumpulkan setara dengan Salim group.

Kisah Sudono Salim kelahiran tahun 1916. makanya ada apa Tahun 1939 gejolak politik di Tiongkok memuncak, banyak pemuda bujangan yang lari ikut kapal VOC, Sudono Salim menyusul kakaknya di Kudus.

Sudono menaksir anak gadis juragan tembakau. Kisah tembakau ini akhirnya menjadi bintang terang.

Oleh mertuanya, Sudono dikenalkan kepada big boss pemilik Djarum di kudus, ayahnya Budi Hartono.

Sejak awal Sudono Salim berbisnis dengan jaringan tembakau dan rokok melalui BCA. Oleh karena itu pada akhirnya BCA dikuasai oleh Djarum.

Keluarga Djarum berbesan dengan William Kattuary Wings food. Pada saat konsesi tepung terigu Bogasari dibuka, oleh Salim group dibuat oligopoli bersama dengan Wings food. Sebelumnya Teddy Kattuary adalah partner Salim group di UIC Unggul Indah Corporations, penguasa bahan baku detergent.

Keluarga Eka Tjipta terpental dari top 10 terkaya, sebelumnya tahun lalu dia top nomor 2 terkaya. Sama dengan Keluarga Gudang Garam (tahun lalu nomor 6), kemungkinan mereka pecah saham dari Sinar Mas grup menjadi masing-masing anak.

Penyebab terpentalnya Eka Tjipta dari daftar 10 orang terkaya, tanggal 26 Januari 2019 grup Sinar Mas terpecah menjadi 7 anak, seperti Asia pulp and paper, Tjiwi kimia, Indah Kiat, Minyak sawit, Sinarmasland, bank Sinar Mas, air mineral Pristine, dll. Terakhir anak tirinya Freddy Widjaja menuntut hak waris.

Perubahan besar juga terjadi pada Anthony Salim, sebelumnya pada posisi nomor 4 terpental keluar. Kemungkinan kekayaannya berpindah seiring dengan kenaikan posisi Chaerul Tanjung dan Harry tanoe. Saham Bank Mega sebanyak 37% telah di buy back Salim group. Hasilnya kekayaan Chaerul tanjung bertambah Rp50 triyun.

Sebelum nya CT posisi nomor bontot naik ke nomor 6. Harry Tanoe pendatang baru masuk dari bawah ke nomor 10.
Sama dengan Chaerul Tanjung kekayaan Harry Tanoe pun sama bertambah beberapa puluhan trilyun. Akibatnya posisi CEO grup Trans dan Bank Mega beralih kepada Peter Gontha. Demikian posisi CEO grup MNC pun sebelumnya David adik iparnya berganti orang bukan lagi keluarga Harry Tanoe.

Posisi nomor 8. Boenjamin Setiawan Kalbe Farma grup terpental keluar, disundul oleh keluarga Tahir Mayapada grup (pada posisi ke 8 menggantikan Kalbe Farma).

Grup Kalbe Farma adalah kelompok 6 bersaudara yaitu Dr Benjamin Setiawan, Fransiscus Bing Aryanto, Khouw Lip Swan, Maria Karmila, Khouw Lip Tjoen, Theresia Harsini Setiady, yaitu meliputi Kalbe Farma, Enseval, RS Mitra keluarga, klinik Mitrasana, Akper Akademi keperawatan, I3L Universitas life science, dan Kalbis institute, dll.

Kisah grup Lippo ini adalah contoh konglomerat lompat pagar, dari grup properti, bersama iparnya Tahir grup Mayapada menyundul grup Kalbe Farma masuk menjadi Ketua Kadin bidang kesehatan. Akibatnya, menyundul posisi nomor satu grup farmasi terbesar.

Banyak orang berpikir grup Lippo gagal di tangan James, dan beruntung dengan anaknya, John Riyadi dengan OVO, grab, dll. Namun sebaliknya karir James Riyadi semakin moncer, dengan bendera RS Siloam.

Budi Hartono, Michael Hartono, Prayogo, Sri prakash lohia dan Tahir posisi nya tetap di top 1-4 tanpa ada perubahan.

Pendatang baru

Selain posisi bontot nomor 10 Harry Tanoe, adalah Eddy Sariaatmaja SCTV di posisi 7. Djoko Susanto Alfamart berada di posisi 9.

Oleh Goenardjoadi Goenawan Direktur utama Brand expert

Artikel sebelumyaDaftar 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2021 vs tahun sebelumnya
Artikel berikutnyaAda apa dengan Gudang Garam. Daftar 10 orang terkaya di Indonesia tahun 2021 vs tahun sebelumnya