Ade Londok Jadi Duta UMKM Jabar Ditolak Masyarakat Sukabumi

Ade Londok jadi duta UMKM jabar
Sukabumi – Keputusan Pemprov Jawa Barat yang menggandeng Ade Londok atau nama aslinya Ade Nandar Ukandar sebagai duta promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang kuliner, menuai penolakan dari warga Sukabumi.

Salah satu warga Sukabumi bernama Angga Perwira Sukmawinata menyampaikan penolakan itu di akun Facebook pribadinya. Angga menilai, Ade Londok kerap menggunakan bahasa yang kurang mendidik dan ditiru oleh anak-anak.

Berikut unggahan lengkapnya.

Kepada YTH.

Gubernur Jawa Barat

Berkaitan dengan penunjukan Saudara Nandar (Ade Londok) menjadi duta Kuliner Jawa Barat (duta promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang kuliner Jawa Barat), sebaiknya di tinjau kembali. Mengingat bahasa dan konten yang di buat dirasa kurang mendidik dan itu di tiru oleh anak-anak, terutama anak saya.

Saya sebagai orang tua, mungkin belum bisa menjadi orang tua yang baik seutuhnya. Tapi paling tidak, kami berusaha menjaga agar anak-anak kami tidak mengucapkan kalimat kasar. Namun usaha kami ini seakan-akan bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh duta ini.

Sebagai seorang duta, tentunya di harapkan memiliki etika dan sikap terpuji karena merupakan representasi dari daerah yang di wakili nya.

Sebaiknya, gelar “Duta Kuliner Jawa Barat” yang di sematkan kepada Ade Londok dapat di tinjau kembali.

Atau

Ada langkah-langkah pembinaan dari Bapak Gubernur Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata agar duta kuliner ini tidak menjadi “liar”.

Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, yang memiliki niat baik dan tulus untuk membantu mempromosikan kuliner Jawa Barat. Saya selalu mendukung langkah dan kebijakan bapak. Namun untuk hal ini mohon di tinjau kembali.

Hormat saya,

Angga Perwira

Warga Kabupaten Sukabumi

Provinsi Jawa Barat

Unggahan tersebut hingga Kamis (5/11/2020) pukul 11.35 WIB telah disukai oleh 73 orang dan mendapat 18 komentar. Angga sendiri merupakan warga Kampung Kuta Kidul RT 14/05 Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Dikutip dari tirto.id, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng Ade Londok, warga setempat yang viral setelah menilai makanan Odading Mang Oleh, menjadi duta promosi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bidang kuliner Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menuturkan, alasan Ade Londok jadi duta UMKM karena mampu meningkatkan penjualan Odading Mang Oleh di Jalan Baranang Siang, Kosambi, Kota Bandung. Ridwan Kamil mengapresiasi cara promosi Ade Londok, tetapi ia meminta agar bahasa kampanye lebih santun dalam kampanye berikutnya.

“Beliau bisa membuat satu produk menjadi terkenal salah satunya dengan skill (kemampuan) bahasa, tapi saya titip ke depan bahasanya harus lebih sopan,” ucap Ridwan Kamil, Rabu (16/9/2020).

Viralnya nama Ade Londok kemudian disusul dengan adanya kabar bahwa ia akan berkunjung ke salah satu rumah makan di Sukabumi. Namun rencana kedatangan Ade Londok tersebut mendapat penolakan.

“Saat itu Ade Londok meng-endorse rumah makan Mang Su’eb. Dia akan hadir pada tanggal 31 Oktober ke sana. Dan itu dikonfirmasi oleh Mang Su’eb sendiri bahwa benar Ade Londok akan datang,” ucap pegiat sosial, Kristiawan Saputra. “karena saya melihat beberapa video Ade Londok itu tidak baik dan banyak ditiru anak-anak, termasuk anak saya. Jadi saya kesal,” ujarnya.

Kemudian Kristiawan mengaku tidak menerima kehadiran Ade Londok di Sukabumi. Penolakan itu ia unggah di media sosial Facebook dan direspon oleh rekan-rekannya. “Akhirnya manajemen Mang Su’eb juga membatalkan,” kata Kristiawan.

Dihubungi terpisah, pemilik rumah makan Mang Su’eb, Deni setiawan membenarkan bahwa pihaknya berencana mengundang Ade untuk hadir di pembukaan rumah makan miliknya pada 31 Oktober 2020 lalu. Pria yang akrab disapa Mang Su’eb ini mengaku memutuskan rencana tersebut karena Ade disepakati oleh Gubernur Jawa Barat menjadi duta kuliner.

Mang Su’eb kemudian membatalkan kedatangan Ade setelah muncul penolakan dari sejumlah kalangan. Rumah makan yang menjajakan makanan khas sunda tersebut berlokasi di Kota Sukabumi.

Artikulli paraprakMobil Listrik Hyundai Super Irit, Kisaran Harga Rp 600 jt
Artikulli tjetërNabung di Maybank, Uang Milik Nasabah Rp 20 Miliar Lenyap