Prancis Ketar-Ketir, Negara Arab Serukan Boikot Produk Prancis

Prancis Ketar-Ketir, Negara Arab Serukan Boikot Produk Prancis
Hubungan antara Prancis dengan negara muslim terutama Timur Tengah memanas. negara-negara Arab ramai-ramai menyerukan pemboikotan produk-produk berasal dari Prancis.

Reaksi negatif tersebut berasal dari komentar Macron setelah pembunuhan seorang guru Prancis yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Sang presiden berkata, “Guru itu dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kami”, tetapi Prancis “tidak akan menyerahkan kartun kami”.

Pihak Prancis kini sedang ketar-ketir. Pasalnya gelombang besar negara-negara Arab mulai massis serukan boikot produk Prancis.

Di Kuwait, jaringan supermarket swasta mengatakan bahwa lebih dari 50 gerainya berencana memboikot produk Pracis. Beberapa toko di Kuwait telah menurunkan produk-produk buatan Prancis dari rak mereka pada hari Minggu.

Kampanye boikot ini juga sedang memanas di Yordania. Di mana sejumlah toko grosir membuat tulisan pernyataan bahwa mereka tidak menjual produk asal Prancis.

Berbagai toko di Qatar melakukan hal yang sama, salah satunya jaringan supermarket Al Meera yang punya lebih dari 50 cabang di negara tersebut.

Universitas Qatar juga mengatakan bahwa mereka menunda Pekan Budaya Prancis tanpa batas waktu.

Kasus pembunuhan Paty telah menghidupkan kembali ketegangan seputar sekularisme, Islamisme, dan Islamofobia di Prancis.

Bahkan akibat pernyataan kontroversial Macron, hubungan diplomatik dan ekonomi terhadap negara-negara Arab mungkin akan turut terganggu juga.

Atas reaksi boikot tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron memohon-mohon negara-negara Timur Tengah agar mengakhiri seruan boikot produk-produknya.

Kisah bermula ketika seorang guru sejarah dan geografi di sebuah sekolah pinggiran di kota Paris, bernama Samuel Paty (47 tahun) menunjukkan karikatur tokoh panutan umat Islam Nabi Muhammad SAW dalam kelas pada 6 Oktober lalu.

Penggambaran Nabi Muhammad dapat sangat menyinggung bagi umat Islam karena tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah.

Artikel SebelumnyaKakek Hilang di Hutan Kadu Bajo, Hingga Kini Belum Ditemukan
Artikel BerikutnyaHasil Panen Lesu Saat Pandemi Covid-19, Warga Baduy Terima Bansos