Bangunan Liar Disepanjang Ruas Jalan Lingkar Selatan Sukabumi Cibolang-Sukaraja Semakin Menjamur

Bangunan Liar
Foto Dokumen : Bangunan diduga liar berdiri di lahan Pemeritah Provinsi Jabar, bangunan liar tetapnya di pertigaan Jalan Koleberes Dayehluhur, Kota Sukabumi.
SUKABUMI, banten.indeksnews.com-Kendati bangunan liar (bangli) berupa bangunan permanen maupun semi permanen disepanjang bahu jalan lingkar selatan (lingsel) milik Provinsi Jawa Barat, tepatnya di ruas Cibolang-Cipanengah-Salakaso Sukabumi, terus kian merajalela terkesan menjamur dan dibiarkan tanpa ada upaya penertiban.

Pantauan dilapangan, kondisi bangunan liar (bangli) yang diduga bisa dengan leluasa berdiri berkat adanya campur tangan oknum pemerintah daerah maupun provinsi yang menerima dugaan uang kompensasi dengan dalih sewa maupun retribusi. Meski sudah berlangsung cukup lama, namun hingga saat ini keberadaan bangki yang berdiri di lahan provinsi tidak ada tanda-tanda bakal ditertibkan Dinas Unit Pelayanan Jalan (UPJ) Bina Marga Pemprov Wil II Jawa Barat.

Padahal jelas-jelas, banyak bangunan liar (bangli) permanen maupun semi permanen marak berdiri dan diduga kuat tanpa izin, selain itu berada bangli didaerah tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan atau bakal memicu terjadinya kecelakaan lalulintas (lakalantas).

“Sebagian besar bangunan liar (bangli) disepanjang ruas jalan lingkar selatan (lingsel) berdiri letaknya pada area zona median atau pinggir jalan yang bukan batas yang diperbolehkan pemerintah, ada yang di atas saluran air, pinggir jalan provinsi dan paling miris adanya bangunan permanen yang diyakini banyak yang melanggar garis sepadan jalan (GSJ) maupun sepadan sungai (GSS), coba bisa dicek di sepanjang jalan lingkar selatan,” cetus Ketua Divisi Analisa Kebijakan Publik pada Lembaga Analisa Kebijakan Publik dan Anggaran Sukabumi (LATAS) Jabar M Fery Permana, Rabu 7 Juli 2021.

Bangunan Liar
Foto Ilustrasi : Bangunan liar di Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) Kelurahan Situmekar, Kecamatan Baros, terkesan kumuh.

Sebab itu, Fery menilai bila bangunan liar (banli) terus dibiarkan dan tidak segera dikendalikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) baik di daerah maupun provinsi, ini akan dikhawatirkan terhadap bahaya praktek pungukutan liar (pungli), warung remang-remang (warem), bangunan siluman dan bisa juga kerap memicu terjadinya lakalantas.

“Sayang hingga saat ini sebagai leading sector pengelolaan jalan di lingkar selatan, belum ada usaha untuk menertibkan bangunan liar (bangli) diruas jalan raya tersebut. Sebetulnya mengenai marak bangli disepanjang ruas jalan lingkar selatan ini sudah beberapa kali kesempatan dilaporkan kepada pihak UPJ Bina Marga Pemprov Jabar, Sapol PP, DLH bahkan Perizinan Kabupaten/Kota Sukabumi. Namun sayang sampai saat ini belum ada tindaklanjuti berarti dalam usaha menertibkan bangunan liar diruas jalan lingkar ini,” cetus Fery.

Menurut Asep Anwar yang juga sebagai Wakil Ketua DPC Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukaraja-Cireunghas menilai, sejuah ini para pemiliki bangunan/warung yang berdiri disepanjang jalan lingsel khususnya diruas Jalan Cibolang-Cipaneng-Salakaso-Sukaraja, ssama sekali tidak memilki izin. Mereka mengaku tiba-tiba saja mendirikan tempat usaha dibahu jalan milik Propinsi Jabar dan ada juga yang sistem sewa kepada oknum UPJ Bina Marga Provinsi Wil II Jabar maupun meneruskan sisa sewa lapak dari memilik sebelumnya.

“Pemantauan kami disepanjang ruas jalan lingsel ruas Cibolang-Cipanengah-Salakaso dan Sukarja, relatif bangunan yang dihilai liar dan kian merajalela, hingga saat ini sulit terkendali dan semakin menjamur,” ” seloroh Asep.

Asep mengakui, padahal sesuai aturan dan kewenangan wilayah, kata Asep pihak sebagai kontrol sosial sudah sering mengingatkan para pemilik bangunan lama maupun baru agar tidak mendirikan bangunan liar diatas lahan terlarang milik propinsi. Namun, sayang hal tersebut, tidak dihiraukan para pemilik bangunan disana dengan dalil sidah berkordinasi dengan oknum pihak provinsi.

“Terus terang saja dengan kehadiran bangunan liar disana sangat mengganggu sisi ekstetika wilayah. Apalagi hampir sebagian besar bangunan disana berdiri secara asal-asalan dan banyak yang sudah dibangun akan tetapi ditinggalkan oleh pemiliknya. Bangunan kebanyakan bagian atapnya hanya dibalut terpal dan material kayu maupun anyaman bambu seadanya, saya kira kurang enak dipandang mata atau terkesan kumuh, ” ungkap Asep Anwar.

Foto Ilustrasi : Bangunan Liar diduga tak kantongi izin dari pemerintah terkait.

Dalam hal ini, M Fery maupun Asep Anwar meminta agar UPJ Bina Marga Pemprov Wilayah II Jabar segera mengambil langkah kongkrit untuk menertibkan bangunan yang dianggap liar dan kumuh disepanjang jalan lingsel tersebut. Dengan begitu, diharapkan secara bertahap bangunan liar (bangli) disepanjang Jalan lingsel Cibolang-Cipanengah-Salakaso-Sukaraja bisa dapat terkendali dan tertata dengan rapi.

“Kalau terus dibiarkan kemungkinan bangunan liar (Bangli) disepanjang ruas jalan lingsel akan terus bertambah dan sulit terkendali, ditambah untuk bangunan permanen yang banyak kerap tidak memampang papa Izin Mendirikan Bangunan (IMB), agar bisa memampangkan bentuk taat terhadap pajak dan aturan yang berlaku,” tegas dia.

Asep mengaku khawatir bila tidak segera ditertibkan akan mengganggu rencana-rencan Pemprov Jabar dalam melanjutkan pembangunan badan jalan (take over) ataupun pembangunan keberlanjutan ruas jalan raya lingsel untuk kedepannya.

“Kalau bangunan liar disana tidak segera dikendalikan, nantinya khawatir akan menyulitkan pihak pemerintah provinsi maupun daerah dalam menindak secara dini, ditambah menyulitkan pemerintah dalam melanjutkan program pembangunan kedepannya,” tandas Asep Anwar.**(CR-1/Red)

Artikel SebelumnyaPj Sekda : Disdik Kabupaten Sukabumi Harus Jadi Role Model Bagi Pendidikan di Jabar
Artikel BerikutnyaBPP Dispertan Kec Cisaat Sukabumi Uji Coba Pengkajian IP.400, Bisa Tanam Padi Empat Kali Dalam Setahun