Warga Keluhkan Biaya Buku Nikah Rp 1,4 Juta di Cikeusal Kabupaten Serang

Warga Keluhkan Biaya Buku Nikah Rp 1,4 Juta di Cikeusal Kabupaten Serang
Serang – Dugaan praktek pungutan liar (Pungli) biaya nikah dan buku nikah resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah di keluhkan warga Kampung Pabuaran Gudang Desa Cimaung Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang.

Pungli yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan pejabat atau perangkat desa, warga dibebani biaya Rp 1,4 Juta jika ingin melangsungkan akad nikah. Dengan dalih untuk biaya administrasi pengadaan buku nikah yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA).

“Saya heran, kok kenapa kalau di kampung kami (Pabuaran Gudang) selalu dipungut biaya sampai Rp 1,4 juta, emang ada aturannya? Padahal setahu saya cuma Rp 600 ribu,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Minggu (01/11/ 2020) petang.

Keheranan itu bermuncul bukan hanya kali ini saja, melainkan hampir setiap ada warga yang ingin mengadakan acara pernikahan, oknum-oknum yang mengatasnamakan pejabat desa setempat itu selalu gentayangan mencari mangsa.

“Bahkan, saya menduga bukan hanya di Kampung Pabuaran Gudang saja. Mungkin, hampir semua kampung yang ada di Desa Cimaung,” ujar pria yang kerap mengenakan peci hitam itu.

“Ini kan kasihan, masa sih masyarakat kecil terus yang harus selalu dijadikan korban,” sambungnya.

Sementara Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikeusal, Ola Solahuddin saat saat ini belum memberikan keterangan terkait informasi ini.

Artikulli paraprakBawaslu Tangsel Tutup Laporan TRUTH Terkait Pelanggaran Kadisdikbut Yang Tidak Netral di Pilkada 2020
Artikulli tjetërTawuran di Bojongsari Depok, Dua Pelaku Berhasil di Tangkap