Bocah Penderita Kanker di Karangasem Meninggal Dunia

Bocah
Bocah penderita kanker di leher bernama Ni Ketut EY (2) bocah asal Banjar Dinas Sanggem, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem meninggal dunia. Ia menderita kanker tersebut sejak berusia 7 bulan dan kini tidak merasakan kesakitan lagi.

Suasana duka masih menyelimuti keluarga dari almarhum bocah tersebut pada Minggu (24/7/2022). Di sana juga terlihat beberapa orang kerabat megebagan atau mendatangi rumah duka untuk meramaikan dengan harapan dapat menenangkan pihak keluarga yang sedang berduka.

Orang tua dari almarhum Ketut EY yaitu I Wayan Mardika (40) dan Ni Wayan Sariani (38) masih terlihat syok dan juga dirundung kesedihan akibat ditinggalkan oleh anak bungsunya untuk selama-lamanya.

Kakak dari almarhum Ni Komang Debi (17) mengaku bahwa almarhum Ketut EY meninggal dunia di RSUP Sanglah. Jenazah bocah tersebut langsung dibawa pulang malam itu juga sekitar pukul 23.00 Wita dan Minggu sore (24/7/2022) sekitar pukul 16.00 Wita almarhum Ketut EY sudah dimakamkan.

“Kebetulan saat adik saya menghembuskan napas terakhirnya saat saya berada di dalam kamar sedangkan ibu, bapak dan adik saya sedang menunggu di luar. Saat itu dokter memasang alat pendeteksi jantung kemudian setelah dilepas adik saya langsung seperti orang tertidur. Kemudian saya coba panggil-panggil namanya tapi tidak ada respon,” kata Debi.

Melihat hal tersebut ia kemudian menanyakan ke dokter yang kebetulan masih berada di dalam ruangan, setelah diperiksa ternyata Ketut EY dinyatakan sudah meninggal dunia. Saat itu dokter juga mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya dengan maksimal tapi ternyata Tuhan berkata lain. Mendengar kabar tersebut, ia kemudian langsung memanggil orang tua dan kakaknya untuk memberi tahu bahwa Ketut EY sudah meninggal dunia.

“Mendengar kabar tersebut ibu dan ayah saya sempat syok dan langsung nangis tapi apa boleh buat memang sudah takdir adik saya seperti itu kami tetap berusaha ikhlas,” kata Debi.

Debi juga mengatakan bahwa saat almarhum Ketut EY di bawa menuju setra atau kuburan untuk memakamkan orang tuanya masih terlihat bersedih tapi tetap berupaya tegar di hadapan para kerabat.

Sementara itu, ayah almarhum Ketut EY, I Wayan Mardika juga mengaku sudah ikhlas dengan kepergian anaknya. Pihaknya juga mengaku sudah berupaya maksimal supaya anaknya sembuh dengan mencarikan obat medis maupun non medis. Namun anaknya tetap tidak bisa ditolong.

“Saya sudah ikhlas meskipun berat bagi saya tapi mungkin ini sudah takdir dari anak saya. Semoga saja anak saya mendapat tempat yang terbaik di sana karena saat ini ia sudah tidak merasakan sakit lagi,” kata Mardika.

Artikel SebelumnyaOrang Tua Keji di Bekasi Tega Rantai Anak Sendiri Akhirnya jadi Tersangka
Artikel BerikutnyaAutopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Jasadnya Kembali Diangkat dari Makam