Deklarasi Penolakan Geng Motor di Sukabumi Terus Digaungkan

KOTA.SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Perlawanan terhadap keberadaan gerombolan atau geng bermotor di Sukabumi Jawa Barat, terus diserukan jajar Pemeritah Daerah Kota/Kabupaten, Unsur MUI, Kepolisian, TNI dan Ormas Islam maupun LSM.

Hal tersebut dibuktikan dengan diworokan deklarasi yang menolak geng motor di Sukabumi, deklarasi yang dikomandoi AKBP Sumarni Kapolres Sukabumi Kota, didampingi Ahmad Fahmi Walikota Sukabumi, Kodim 0607, Ketua DPRD Kota/Kabupaten, MUI Kota dan Kabupaten, di Markas Polres Kota Sukabumi, 25 Mei 2021.

Deklarasi diserukan bersama-sama dan ditandatangani kesepakatan bersama oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi, Dinas dan Intansi terkait, Tokoh Agama, Tokmas, Unsur Organisasi Islam, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Isi seruan deklarasi penolakan diantranya:

Pertama mengecam dan menolak aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok berandal motor di wilayah Sukabumi.

Kedua menolak dengan keras keberadaan dan kehadiran serta aksi kelompok berandal motor di wilayah Sukabumi.

Ketiga membubarkan semua kegiatan atau keberadaan kelompok berandal motor di wilayah Sukabumi.

Kempat mendukung tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun TNI terhadap aksi kekerasan jalanan yang dilakukan oleh berandal motor di Sukabumi.

“Semua masyarakat menolak keberadaan geng motor dan aksi-aksi berandal motor beserta simbol-simbolnya. Jangan main-main kami pihak kepolisian akan tindak tegas, kami akan bentuk satgas di lingkungan terkecil RT/RW untuk menjaga wilayah,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Sumarni.

Kalo geng motor masih berani beraksi, Polres tidak segan-segan untuk bertindak tegas terukur. Ditambah lagi apabila membahayakan nyawa petugas atau masyarakat, pihaknya langsung akan melakukan tembak di tempat.

“Kami meminta masyarakat untuk melaporkan atau memberitahu kami jika ada keberadaan geng motor yang dicurigai akan melakukan keresahan, termasuk jika ada yang memakai atribut atau simbol-simbolnya seperti kaos, bendera, dan lain-lain, cepat laporkan petugas kami akan langsung bertindak,” tegas Sumarni.**

Iklan

"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 H"

Artikel SebelumnyaKemenhub rancang ibu kota baru dengan sistem transportasi modern
Artikel BerikutnyaKorban Pergerakan Tanah Nyalindung Siap Direlokasi, Iyos Somantri Sambangi PTPN VIII