Dishub Warning Calon Penumpang Elf Pejampangan Untuk Tidak Memaksakan Naik Diatas Kabin Kendaraan

SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Walaupun sudah sering diimbau oleh petugas  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Agar para calon penumpang angkutan umum Elf jurusan pajampangan agar tidak memaksakan naik diatas atap kabin kendaraan dengan alasan menjaga keselamatan jiwa.

Apalagi pemerintah pusat saat ini telah mengeluarkan aturan larangan mudik dan melakukan penyekatan arus untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukabumi. Dishub Kabupaten Sukabumi bersama unsur kepolisian akan memasangkan personil di titik kantung pos penyekatan mudik ditengah Covid-19.

Pantauan di terminal jubleg baros, rute Jubleg-Purabaya-Sagaranten dan terminal Lembursitu rute Jampang Tengah-Banten, hingga saat ini masih banyak penumpang yang nekad serta tidak mengindahkan imbauan petugas Dishub dilapang. Pasalnya dengan nekad naik diatas kendaraan sangat membahakan keselamatan jiwa.

“Sebenarnya sebelum adanya Covid-19 petugas dilapangan sudah sering mengimbau agar para calon penumpang tidak memaksakan naik diatas body kendaraan angkutan elf. Sayang imbaun itu, tidak digubris para calon penumpang dengan alasan biar cepat sampai tujuan,”ujar H Lukman Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Senin (26/04/21).

Memang sampai saat ini, kata Lukman belum ada laporan terjadinya kecelakaan akibar memaksakan menumpang di atas kabin Elf. Namun, tindakan para penumpang seperti itu mengancam keselamatan mereka.

“Untuk menekan resiko kecelakaan, memasuki puncak arus mudik Iebaran, meski ada larangan mudik. Dishub akan terus melakukan penyekatan. Untuk menekan angka kecelakaan, Dishub akan terus menerus mengimbau mereka agar tetap menjaga keselamatan dan ketertiban selama menggunakan angkutan umum dan tidak memaksakan naik di atas Elf,” jelas dia.

Bagimana pun, Lukman menjelaskan para penumpang naik angkutan Elf itu menempuh perjalanan di atas 2-3 jam untuk mencapai tujuan. Dengan jarak kurang lebih 60-80-100 kilo meter  Iebih, bisa dibayangakan resiko kecelakaan yang mengancam jiwa penumpang.

“Meski dengan cara penumpang diatap kendaraan sangat dilarang oleh UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas. Namun petugas sangat kesulitan menindak ulah penumpang tersebut,” jelas dia.

Memasuki arus mudik lebatan Idul Fitri tahun ini, pihaknya menghimbau untuk bisa mengikuti peraturan pemerintah pusat ditengah Covid-19. Selanjutnya ia menghimbau kepada sopir, para penumpang, sopir, dan pemilik angkutan umum selalu memperhatikan keselamatan para penumpang saat perjalanan, taati rambu rambu lalulintas dan lakukan pengecekan kelaikan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

“Himbauan tentu akan terus kami sampaikan, baik melalui pengeras suara di terminal, surat ataupun secara lisan kepada sopir, penumpang, untuk tidak naik ke atap angkutan Elf,” himbau H Lukman.

Sekedar diketauhi Terminal Jubleg Baros, angkutan umum jenis Elf melayani penumpang untuk rute  Sagaranten, Cidolog, dan Tegalbuleud di Kabupaten Sukabumi. dan trayek paling jauh Cijati menuju Cidadap Kabupaten Cianjur Selatan.**

Artikulli paraprakPemkab Sukabumi Antisipasi Kasus Covid-19 Meningkat, Berlakukan Penyekatan Arus Mudik
Artikulli tjetërPUPR Akan Bangun Kampus Baru Politeknik PU di Kota Semarang Jateng