Fasilitator Jadi Ujung Tombak Keberlanjutan Program Pamsimas 2021 di Jawa Barat

JABAR, banten.indeksnews.com-Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tata Laksana BPPW Jawa Barat  Popi Nikmawati S.ST, M.Si, mengungkapkan pelaksanaan program Pamsimas (Fasilitator) di Jawa Barat, ada tiga indikator program (KPI) yang belum tercapai, yakni KPI 1, KPI 3 dan KPI 15.

Hal tersebut disampaikan Popi Nikmawati disela Lokalatih Fasilitator untuk Keberlanjutan Program Pamsimas Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan bulan April 2021 lalu di Hotal Harris Ciumbuleuit Kota Bandung, Jabar.

Popi menegaskan fasilitator dan ROMS Pamsimas harus berjuang bersama agar program secepatnya mengejar kekurangan KPI tersebut. Fasilitator menjadi ujung tombak program di lapangan, oleh sebab itu, Popi minta peserta Lokalatih memanfaatkan forum latihan sebagai sebuah momen untuk perumusan strategi dan penyusunan rencana kerja bersama untuk mengejar KPI yang belum tercapai.

“Untuk KPI yang  telah tercapai, saya minta dalam pelaksanaan dilapangan agar dipertahankan jangan sampai turun, bahkan jika dimungkinkan harus lebih ditingkatkan lagi,” ujar Popi Nikmawati, dilansir dari website pamsimasjabar.id, Jum’at 16 Juli 2021 kemarin.

Toni Samsul Bahri Master of Training (MoT) berharap melalui Lokalatih Pamsimas tahun 2021 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pemandu  harus benar-benar menjaga proses diskusi dan memberikan arahan agar kemampuan dan kapasitas fasilitator benar-benar meningkat.

“Kami yakini dengan modal pemahaman yang baik serta komitmen yang tinggi maka fasiltator dapat berkeja secara optimal di lapangan dalam melaksanakan program ini,” kata Toni.

Lebih lanjut Toni menegaskan, seluruh pasilitator Pamsimas di tahun 2021 diharuskan disiplin dan melaksanakan tugas secara profesional selanjutnya tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) ditengah Pandemi Covid-19.

“Saya percaya kepada kemampuan para peserta pasilitator Pamsimas tahun 2021, bisa melaksanakan tugasnya meski ditengah pandemi Covid-19. Tetap jaga prokes dan jaga pola hidup sehat dalam melaksanakan tugas selabagai pasilitator Pamsimas,” tandas Toni.

Ditempat terpisah Kiki Yudha Patria, salah seorang Pemandu Lokalatih mengingatkan kepada seluruh rekan-rekan Fasilitator, kegiatan Lokalatih yang telah diikuti harus menjadi kegiatan penting sebagai pembekalan bagi fasilitator untuk meningkatkan kapasitasnya agar mampu menjaga keberlanjutan program Pamsimas.

“Tantangan yang terbesarnya bukan hanya menyampaikan materi, juga fasilitator di minta untuk mengoptimalkan peran lembaga KPSPAMS yang telah dibentuk di seluruh desa Pamsimas di Jawa Barat, agar kinerjanya meningkat dan menjadi garda terdepan untuk menjaga keberlanjutan, agar Pamsimas atau sarana air minum dan sanitasi dapat dirasakan manfaatnya,” tandas Kiki.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari di April 2021 lalu, Lokalatih dibuka secara resmi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tatalaksana BPPW Jawa Barat  Popi Nikmawati S.ST, M.Si, didampingi Staf Satker Pusat Babay Suherman, Koordinator Pamsimas Jawa Barat Esfrizal,Master of Training (MoT) Toni Samsul Bahri dan perwakilan NMC Pamsimas Pusat Puji Rahayu.

Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat :

Diberitakan sebelumnya Kepala BPPW Provinsi Jawa Barat, Feriqo Asya Yogananta, ST MT, menekankan kepada segenap pelaku program Pamsimas agar dalam pelaksanaan HID dan HKP mentaati protokol kesehatan (prokes) sebagaimana telah diatur dalam ‘Juknis’ (Petunjuk Teknis) pelaksanaan program Pamsimas dalam masa pandemi Covid-19.

Fasilitator
Foto Dok : Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Boy Iman Nugraha, ST, MT. bersama Kepala BPPW Provinsi Jawa Barat, Feriqo Asya Yogananta, ST MT, disela menandatangani surat kesepakatan kerja dengan sejumlah Fasilitator/KKM di Kota/Kabupaten di Jabar.

Kepala Balai meminta agar dana hibah dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akses penyediaan air minum di masyarakat. Dokumen RKM (Rencana Kerja Masyarakat) yang disusun oleh KKM dengan difasilitasi oleh kader AMPL, Tim Fasilitator Pamsimas dan petugas sanitarian. Agar senantiasa dikonsultasikan dengan pemerintah desa (Pemdes) guna memastikan adanya sinkronisasi kegiatan dengan prioritas pembangunan air minum, sanitasi dan kesehatan di tingkat desa.

“Dalam pengelolaan BLM HID dan HKP dilakukan dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas,  yang ditunjukkan diantaranya dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada masyarakat terkait rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta memasang papan informasi sesuai petunjuk pelaksanaan operasional tingkat desa,” kata Feriqo Asya Yogananta, ST MT, Kepala BPPW Provinsi Jawa Barat.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Boy Iman Nugraha, ST, MT. mengapresiasi program Pamsimas yang telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi di Jawa Barat menjadi 78,78% (2019-2020)

“Digulirkannya program Pamsimas yang terfokus di kawasan perdesaan, dinilainya mampu memberikan manfaat besar bagi sebagian warga di Kota/Kabupaten di Jawa Barat, yang mana sangat memerlukan akses air minum bagi kebutuhan sehari-hari,” kata Boy Iman Nugraha Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat.

Untuk itu, Boy Iman menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah memfasilitasi program Pamsimas dengan baik dan transparan, Ia berharap agar program Pamsimas tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Secara keseluruhan, nilai BLM HID yang digelontorkan untuk 99 desa sebesar Rp 24,045 Miliar.  Sedangkan total BLM HKP bagi 11 desa sebesar Rp 2,276 Miliar, Semoga program Pamsimas tahun anggaran 2021 bisa lebih baik dan dirasakan berkelanjutan oleh masyarakat sebagai penerima manfaat program,” tandas Boy.*(Sumber : Ahmad Rustendi-TA CDCB Prov Jabar/ Hartono).

Artikel SebelumnyaNabu Tanggapi Hembusan Roberto Pengacara PP dan MN Penyebar Video Syur Nobu Lima Kali Hubungan Badan Dengan Gisel, Itu Ngarang
Artikel BerikutnyaPramono Anung: Presiden Tegaskan Vaksinasi Berbayar Dibatalkan