Habib Rizieq Dituntut 10 Bulan Penjara dan Denda Subsider 50 Juta, Dalam Pelanggaran Kerumunan di Megamendung Bogor

JAKARTA, banten.indeksnews.com-Mantan Ketua Umum From Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dituntut 10 bulan penjara karena melanggar protokol kesehatan Covid-19 saat mendatangi pondok pesantren miliknya di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tuntutan yang dijatuhkan kepada Habib Rizieq Shihab dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pembacaan tuntutan secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/21) kemarin.

Dalam tuntutannya, Habib Rizieq Shihab dinilai melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan, Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 216 ayat (1) KUHP.

“Menuntut patusan majelis hakim PN Jakarta Timur, menyatakan saudara Muhammad Rizieq Bin Husein Shihab atau Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab terbukti secara sah bersalah melakukan pidana kekarantinaan kesehatan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat bacakan tuntutan dalam persidangan.

Habib Rizieq
Foto Ilustrasi Sidang Tuntutan Habib Rizieq Shihab dalam Pelanggaran Kerumunan Megamendung Kabupaten Bogor.

Habib Rizieq Shihab kemudian dituntut agar dijatuhi hukuman selama 10 bulan penjara dan denda dengan subsider 3 bulan dalam kasus kerumunan Megamendung Kabupaten Bogor.

“Menjatuhkan pidana terhadap saudara Muhammad Rizieq Bin Husein Shihab atau Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab berupa pidana selama 10 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan,” beber JPU.

JPU menyebutkan, bahwa Habib Rizieq Shihab selaku terdakwa telah terbukti menghalang-halangi upaya pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani penyebaran virus Covid-19 melalui kekarantinaan kesehatan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Selain itu, dalam tuntutan Rizieq disebut tak memperoleh izin dari Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor untuk menggelar acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah,” jelas JPU.

Habib Rizieq Shihab dituntut dan dilaporkan telah melanggar masa karantina mandiri selama 14 hari setelah tiba di Indonesia dari Saudi Arabia pada 10 November 2020 lalu.

Habib Rizieq dianggap telah melanggar Keputusan Bupati Nomor 443 1479/Kpts/Per-UU/2020 tanggal 27 Oktober 2020 tentang Perpanjangan Kelima Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pra Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

“Dalam perkara ini Rizieq didakwa melanggar Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan atau Pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular atau Pasal 216 ayat (1) KUHP dalam kasus kerumunannya di Megamendung,” tandas JPU.**

"Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 H"
bin
Artikulli paraprakDPP GOIB Soroti Kisruh Masuknya TKA China Ditengah Kebijakan Larangan Mudik, Berikan Kesempatan Pekerja Lokal Dong!
Artikulli tjetërManajemen PT Gaya Remaja Industri Dorong Penegak Hukum Bongkar Penggelapan Uang Perusahaan hingga Tuntas