Koperasi Syariah 212 Dapat Aliran Dana yang Diselewengkan ACT

Koperasi Syariah 212
Koperasi Syariah 212 yang dikenal sebagai pengelola 212Mart dan Air Mineral 212 kini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini terungkap sejak terbongkarnya penyelewengan besar-besaran dana umat oleh para petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Karena adanya temuan aliran dana ke Koperasi Syariah 212 dari ACT pihak Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri langsung melakukan penyidikan.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf mengatakan dana yang mengalir ke Koperasi Syariah 212 sebesar Rp 10 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari aliran dana Rp 34 miliar yang diduga diselewengkan eks Presiden ACT Ahyudin dkk.

“Untuk Koperasi Syariah 212 kurang lebih Rp 10 miliar,” ujar Helfi di Mabes Polri, Senin (25/7).

Selain itu, dana yang diselewengkan petinggi ACT juga mengalir untuk pengadaan armada truk Rp 2 miliar, program big food bus Rp 3,8 miliar. Lalu, untuk pembangunan Pesantren Peradaban Tasikmalaya Rp 8,7 miliar, dana talangan CV Tune Rp 3 miliar, dan dana talangan PT HBGS Rp 7,8 miliar.

“Totalnya mencapai Rp 34.573.069.200,” ungkap Helfi.

Sementara, dana yang diselewengkan Ahyudin dkk itu juga digunakan untuk gaji para pengurus.

Penyidik juga tengah mendalami dana tersebut dengan melakukan audit terhadap keuangan yayasan ACT. “Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan PPATK untuk melakukan tracing (pelacakan) atas dana tersebut,” kata Helfi.

Dalam kasus itu Bareskrim Polri telah menetapkan empat petinggi yayasan ACT tersangka kasus penyelewengan dana donasi korban Lion Air.

Keempat tersangka itu ialah eks Presiden ACT Ahyudin, Presiden ACT Ibnu Khajar, Ketua Dewan Pembina ACT Novardi Imam Akbari, dan Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy Hariyana Hermain.

Terkini, Bareskrim Polri bakal memeriksa pengurus Koperasi Syariah 212 buntut aliran dana Rp 10 miliar itu.

“Siapa pengurusnya, nanti ditanya, semua didalami, untuk apa? Kan, terafiliasi dengan perusahaannya (ACT, red),” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Selasa (26/7).

Dia menyebut pemeriksaan pengurus Koperasi Syariah 212 kemungkinan dilakukan pekan depan.

Saat ini, penyidik Bareskrim Polri masih fokus pada pemeriksaan terhadap eks Presiden ACT Ahyudin dkk yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mungkin minggu depan (periksa pengurus Koperasi Syariah 212). Kami lagi undang, pemanggilan untuk tersangka Jumat, begitu,” kata Brigjen Whisnu.

Artikel SebelumnyaAnjing English Bulldog Mati di Tangerang, Pemilik Holy Pet Shop Minta Maaf
Artikel BerikutnyaBorok Razman Nasution Dikuliti Habis-Habisan, Mantan Ajudan: Saya Disamakan dengan Binatang