Korban Pergerakan Tanah Nyalindung Siap Direlokasi, Iyos Somantri Sambangi PTPN VIII

KAB.SUKABUMI, banten.indeksnews.com-Bencana Pergerakan tanah yang sempat terjadi di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Februari 2021 lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi terus berupaya untuk mencari lahan relokasi untuk korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung.

Informasi yang dihimpun Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri telah berkoordinasi sekaligus membahas terkait, tindaklanjut perjanjian kerjasama (PKS) dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, dimana recana relokasi untuk korban pergerakan tanah akan dibangun.

“Untuk membantu para korban terdampak bencana pergerakan tanah di Nyalindung, butuhan lahan relokasi seluas 4-5 hektare dan itu telah diberi lampu hijau oleh PTPN VIII. Bahkan PTPN akan mengecek secara langsung lokasi pada Rabu depan, yang rencana dijadikan tempat relokasi. Pengecekan diantranya pengukuran, membuat berita acara terkait penggunaan lahan milik mereka,” ujar H Iyos Somantri dalam pesan rilisnya, usai menyambangi Kantor perusahaan flat merah PTPT VIII di Jalan Sindangsirna, Gegerkalong, Kota Bandung, Selasa 25 Mei 2021.

Pergerakan Tanah
Foto Dokumentasi : Wakil Bupati Sukabumi H Iyos Somantri, disela melakukan kordinasi dengan PTPT VIII di Jalan Sindangsirna, Gegerkalong, Kota Bandung, Selasa 25 Mei 2021.

Lanjut Iyos, upaya relokasi bagi para korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung, dinilai sangat mendesak harus segera dilakukan, melihat kortur tanah dan zona rawan pergerakan. Sehingga memerlukan pergerakan yang sangat cepat.

“Kita ingin segera membuat perjanjian kerjasama, khususnya mengenai penggunaan lahan PTPN VIII untuk relokasi korban bencana pergerakan tanah. Sebab ini yang paling mendesak,” ucap Iyos.

Selain itu, Wakil Bupati membahas berbagai rencana rencana pembangunan lain di Kabupaten Sukabumi. Pasalnya terdapat beberapa rencana pembangunan yang akan menggunakan lahan milik PTPN VIII.

Pergerakan Tanah
Foto Dokumentasi BPBD Kabupaten Sukabumi : Lokasi pergerakan tanah di Cimerang, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi.

“Kita akan membuat beberapa ruas jalan yang melintasi lahan milik PTPN VIII. Seperti Palabuhanratu-Cisolok, Pamuruyan- Kebonrandu, dan Kadudampit-Sukalarang. Sehingga memerlukan MoU (nota kesepahaman) antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan PTPN VIII kedepannya, hal tersebut dibahas dalam kunjungan,” papar Iyos.

Pembanguan ruas jalan tersebut, Iyos menilai sangat diperlukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, tiada lain untuk pengembangan dan peningkatan pembangunan wilayah, termasuk agrowisata, pertanian, dan perkebunan.

“Selain pengembangan wilayah di Kabupaten Sukabumi, untuk mengurai kemacetan juga Pemkab memerlukan kerjasama dengan PTPN VIII,” tandas Iyos Somantri.**

Pergerakan Tanah
Foto : Data lokasi rawan bencana pergerakan tanah di Sukabumi, Kecamatan Nyalindung masuk dalam zona marah.

Bencana gerakan tanah di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan data dan informasi :

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Kampung Ciherang RT 01/01 Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Bencana tersebut diperkirakan pernah terjadi 3 tahun yang lalu dan masih berkembang sampai sekarang.

2. Jenis gerakan tanah :

Jenis gerakan tanah diperkirakan berupa rayapan yang bergerak lambat, ditandai dengan retakan pada tanah dan merusak bangunan di atasnya.

3. Dampak gerakan tanah :

Kurang lebih 30 rumah terdampak karena berada pada retakan.

4. Kondisi daerah bencana :

– Secara umum lokasi bencana diperkirakan merupakan merupakan daerah perbukitan. Lokasi bencana berada pada ketinggian lebih dari 600 meter diatas permukaan laut.

– Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jampang, Jawa (Sukamto, 1975), daerah bencana tersusun oleh batuan Formasi Beser berupa breksi tuff, breksi andesit, dan lava andesit.

– Berdasarkan Peta Prakiraan Terjadi Gerakan Tanah Bulan Februari 2021 di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cimarga termasuk dalam zona potensi gerakan tanah Menengah – Tinggi.

– Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan :

a. Kemiringan lereng yang agak curam.

Tanah pelapukan yang bersifat mudah meloloskan air melalui retakan yang terbentuk yang berada diatas batuan yang lebih kedap air (batupasir tufaan). Batas antara keduanya diperkirakan sebagai bidang gelincir.

b. Sistem penataan air permukaan (drainase) yang kurang baik dan tidak kedap air.

Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu terjadinya gerakan tanah.

Pergerakan Tanah
Foto Evakuasi/Dok BPBD Kabupaten Sukabumi.

6. Rekomendasi :

Mengingat curah hujan yang masih tinggi , maka  untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda yang lebih besar, direkomendasikan sebagai berikut :

– Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan mandiri terhadap perkembangan retakan dan nendatan. Jika terjadi perkembangan yang cepat agar segera melaporkan kepada aparat yang berwenang

– Segera menutup retakan dengan tanah liat/lempung, memadatkannya, serta mengarahkan aliran air menjauh dari retakan untuk mengurangi peresapan air.

– Masyarakat disekitar lokasi bencana/bahaya sebagian sudah diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman.

– Penanaman pepohonan berakar kuat dan dalam untuk memperkuat lereng.

– Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah.

– Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat dalam penangan bencana gerakan tanah.

– Pemeritah Daerah membangun tempat relokasi untuk para korban bencana yang paling terdampak pergerakan.**

Artikulli paraprakDeklarasi Penolakan Geng Motor di Sukabumi Terus Digaungkan
Artikulli tjetërAkhirnya Kekosongan Jabatan di Perumda Dikukuhkan Bupati Sukabumi, Simak Daftar Figur Dewan Pengawas dan Direksi Terpilih