Malware Terbaru Ancaman Pengguna Mobile Banking Android dan iOS

Malware Terbaru Ancaman Pengguna Mobile Banking Android dan iOS
Peneliti dari Kaspersky memperingatkan kepada pengguna mobil banking android dan iOS selesai membuka kedok malware terbaru yang menargetkan pengguna iOS dan Android di Asia Pasifik.

Peneliti Kaspersky Suguru Ishimaru melalui penelitiannya mengatakan Torjan banking adalah salah satu spesies paling berbahaya di dunia malware. Jenis ancaman ini mencuri uang dari rekening bank pengguna smartphone dengan cara menyamarkan Trojan sebagai aplikasi resmi untuk memikat orang agar menginstal malware.

Pakar dai Kaspersky ini melacak operasinya sejak 2018 dan mendeteksi hampir setengah juta serangan di Asia Pasifik pada 2021 hingga paruh pertama 2022.

Infeksi awal dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari aplikasi yang tampak resmi tapi berbahaya dan ada di Google Play, smishing (pesan phishing via SMS), malware Bian, hingga trojan mobile lainnya.

Setelah masuk, bankir seluler bisa mengambil alih perangkat secara lengkap. Mulai dari mencuri informasi dan identitas pribadi, mengakses pesan pribadi dan kredensial masuk, merekam suara, meminta GPS, menonaktifkan play protect, mengunci layar perangkat, dan lain-lain.

“Anubis dikenal karena membahayakan ratusan nasabah bank per kampanye, membuktikan bahwa itu adalah salah satu malware paling aktif menarget pengguna Android,” kata Ishimaru.

Jika korban memasukkan kredensial ke situs web phishing, korban akan melanjutkan ke situs phishing 2FA. Hal ini memungkinkan penyerang mengetahui perangkat pengguna, kredensial, dan kode 2FA.

Ishimaru pun menyarankan pengguna untuk melindungi smartphone masing-masing. Caranya dengan update OS, nyalakan ulang (reboot) secara rutin setiap hari, jangan percaya aplikasi pihak ketiga, jangan pernah klik tautan dari SMS, hingga instal solusi keamanan.

Mengutip keterangan Kaspersky, Jumat (2/9/2022), Anubis adalah trojan mobile banking yang menargetkan pengguna Android sejak 2017.

Kampanyenya di seluruh dunia menargetkan pengguna dari Rusia, Turki, India, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Denmark, dan Vietnam.

Artikel SebelumnyaMall Serang Kebakaran, Sumber Api Diduga Dari lantai 3
Artikel BerikutnyaBBM Subsidi Naik, Warga Banten Jangan Panik, Al Muktabar: Kebutuhan Pokok Aman