Mayang adik Vanessa Angel Tersandung Kasus Hukum

Mayang
Adik kandung Vanessa Angel, Mayang, kini dilaporkan ke polisi oleh pihak skincare Tan Skin terkait pencemaran nama baik. Laporan tersebut dimasukkan oleh Machi Achmad selaku kuasa hukum Tan Skin ke Polda Metro Jaya pada Selasa (12/4/2022).

Terkait kasus yang tengah membelit Mayang, anak Doddy Sudrajat itu, Dody mengatakan bahwa dirinya telah memberikan kuasa kepada Farhat Abbas selaku kuasa hukum Mayang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kasusnya, kan, dipegang sama Farhat Abbas dan mudah-mudahan, sih, berjalan damai karena Daddy juga bilang sama Bang Farhat untuk minta tolong diselesaikan masalah skincare ini. Kalau sudah dilaporkan, ya sudah, enggak apa apa, dilaporkan sama skincare,” ujar Dody Sudrajat di kawasan Ciledug, Tangerang, Selasa sore.

Sebagai ayah, Dody berharap kasus hukum yang menjerat anaknya ini tak berkepanjangan. Ia pun menaruh harapan kepada Farhat Abbas agar bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.

“Nanti bang Farhat yang urus itu. Ya, doain semoga masalah skincare ini cepat selesai dan enggak sampai panjang,” ujarnya.

Selain itu, Dody juga sempat menyinggung soal kemungkinan damai dengan pihak Tan Skin. Ya, Dody tampaknya tak menutup pintu perdamaian.

“Ya, penginnya (damai), tahu sendirilah Daddy orangnya pengin damai enggak pengin panjang. Jadi, kemarin sudah ngomong sama Bang Farhat Abbas, jadi Farhat Abbas bilang, ‘Ya, sudah, nanti kita lihat saja laporannya seperti apa,'” pungkas Dody Sudrajat.

Sebelumnya, dalam jumpa pers, pihak Tan Skin yang diwakili oleh Machi Achmad menegaskan bahwa pihak mereka melaporkan Mayang terkait pencemaran nama baik.

“Saya, Machi Achmad, selaku kuasa hukum Tan Skin, telah mengajukan laporan ke pihak kepolisian. Tadi juga diwakilkan langsung oleh ibu direktur, Ibu Gil Gladys, membuat laporan ke kepolisian sekitar jam 13.00 WIB tadi di Polda Metro Jaya,” ungkap Machi Achmad, kuasa hukum Tan Skin.

Machi Achmad menjelaskan bahwa konten yang Mayang unggah diduga melanggar Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (3) UU ITE 19 Tahun 2016 perubahan atas UU 11 Tahun 2008 mengenai informasi dan transaksi elektronik, juga Pasal 310 311 KUHP.

“Ini menyangkut tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 750 juta,” pungkasnya.

Artikulli paraprakAnggaran Jumbo untuk Pemilu Tidak Demokratis
Artikulli tjetërAde Armando Alami Pendarahan Otak Belakang Usai Dikeroyok Massa