Mobil Listrik Hyundai Super Irit, Kisaran Harga Rp 600 jt

Mobil Listrik Hyundai
Bandung – Mobil listrik merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari kehadirannya. Tak heran jika Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerukan kepada warganya supaya beralih menggunakan mobil ataupun sepeda motor listrik.

Sebab di balik itu ada sejumlah manfaat yang bisa dirasakan langsung tidak hanya oleh pemilik mobil atau sepeda motor listrik saja, tapi juga terhadap lingkungan.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini pun meminta agar para ibu-ibu membujuk suaminya masing-masing membeli mobil atau sepeda motor listrik ketimbang kendaraan yang masih mengandalkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai sumber tenaganya.

“Para ibu-ibu rayu suami untuk mulai menggeser beli mobil listrik atau sepeda motor listrik. Supaya biaya seperlima hematnya bisa beli kebutuhan lain,” ungkap Kang Emil saat memberikan kata sambutan, di acara peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate, Bandung.

Bahkan sebagai upaya memberikan contoh kepada warganya, mantan Wali Kota Bandung tersebut berencana mengganti kendaraan dinasnya dengan mobil listrik.

Tak hanya dirinya, Wakil Gubernur Jabar hingga perangkat daerah lainnya juga akan didorong menggunakan kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.

“Saya sebagai pemimpin harus memotivasi sebuah sistem agar tidak ada kebencanaan oleh gaya hidup kita. Saya mengajak semua orang untuk mengubah gaya hidup, dan gaya hidup itu harus dimulai dari pemimpin. Nah, saya beli duluan produknya (mobil listrik), jadi Gubernur-nya beli yang lain juga akan ikut,” terang Ridwan Kamil.

Di sisi lain, Kang Emil menyayangkan bahwa saat ini belum banyak pabrikan otomotif yang memasarkan mobil listrik murni di Indonesia.
Kalaupun ada, lanjut dia, hanya beberapa merek saja yang sudah mendapat persetujuan layak edar. Satu di antaranya yaitu Hyundai dengan produknya bernama Ioniq Electric.

“Cuma sekarang ini di pasaran enggak ada mereknya kecuali Hyundai yang approvable. Bukan saya promosi mereknya, tapi Hyundai pintar, ketika saya butuh, ada,” kata Ridwan Kamil.

“Selain itu ada juga dari merek Tesla. Tetapi Tesla harganya hampir 3 kali lipat dari harga mobil listrik Hyundai. Kalau mobil pribadi bebas pilih, tapi kalau mobil dinas saya kira harga termurah harus jadi patokan dalam membeli spesifikasi yang sama,” imbuhnya.

Ridwan Kamil berencana mengganti kendaraan dinasnya dengan mobil listrik Hyundai Ioniq Electric.

Pemilihan mobil tersebut bukan tanpa alasan, dirinya menilai bahwa harga yang ditawarkan untuk satu unit Ioniq Electric masih tergolong lebih murah ketimbang mobil listrik lain.

“Kalau beli kendaraan untuk pemerintah spesifikasi yang sama harga harus paling approvable. Maka kemungkinan yang dibeli adalah Hyundai Ioniq Electric. Harganya kalau enggak salah Rp600 sampai Rp700 juta. Jadi kalau untuk kendaraan dinas harga tersebut standar lah, ya. Bahkan untuk kendaraan bensin, kan, ada di atas Rp1 miliar,” ucap suami Atalia Praratya itu.

Apabila kendaraan dinas beralih menjadi mobil atau sepeda motor listrik maka tidak ada lagi biaya untuk pengeluaran BBM di anggaran APBD. Itu artinya bisa menghemat pengeluaran, apalagi biaya sekali cas kendaraan listrik sangat murah.

“Untuk jarak tempuh 300 km biaya BBM yang harus dikeluarkan sekira Rp250 sampai Rp270 ribu. Sedangkan mobil listrik untuk jarak tempuh yang sama dicas hanya Rp50 ribu saja. Berarti kendaran dinas menghemat biaya bensin dari Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya.

“Sehingga nanti di anggaran APBD tidak perlu lagi ada biaya BBM, karena hemat sampai seperlima-nya. Jadi, sudah hemat biaya dan ramah lingkungan serta memberikan pesan kami leader dalam green energy,” pungkasnya

Artikulli paraprakIngin Tidur Setelah Subuh, Pahami Dulu Anjuran Rasulullah SAW Dibawah Ini!
Artikulli tjetërAde Londok Jadi Duta UMKM Jabar Ditolak Masyarakat Sukabumi