Muktamar PKB : AMNU Gaungkan Dukungan Untuk Gus Yaqut

JAKARTA,banten.indeksnews.com-Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akan dilaksanakan pada tahun ini, Mendapat atensi dari Aliansi Mahasiswa Nahdhatul Ulama (AMNU).

Muktamar PKB ini, AMNU secara gamblang mendeklarasikan dukungan kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk menjadi Ketua Umum PKB.

“Menurut kami dari AMNU, PKB kehilangan sosok seperti Abdurrahman Wahid (Gusdur). Gus Dur adalah sosok Politisi yang sangat dirindukan kaum Nahdhiyiin dan masyarakat indonesia. Sosok Gus Dur yang sangat dihormati dan berpengaruh ketika mamimpin bangsa dan negara ini. Untuk itu, Muktamar PKB perlu mengetahui sisi kualitas dan pengaruh yang ada di sosok Gus Dur,” ujar Koordinator AMNU, Muhammad Senanatha, saat deklarasi didepan Kampus Universitas Nahdhatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Kamis (22/04/21) kemarin.

Muhammad menilai, dalam Muktamar PKB ini bahwa Gus Yaqut mempunyai nilai-nilai yang sama seperti halnya ketika Abdurrahman Wahid Gusdur memimpin PKB. Gus Yaqut memiliki kapasitas, kredibilitas, integritas dan spiritualitas untuk menjadi Ketua Umum PKB dan calon Presiden RI mendatang.

Menurutnya, Yaqut Chalil Qoumas atau Gus Yaqut adalah tokoh muda Nahdhiyiin sudah layak memimpin bangsa dan negara. AMNU meyakini jika Gus Yaqut bisa mewarisi era kepemimpinan Abdurrahman Wahid Gusdur.

“Terakhir, ini yang paling penting bahwa Gus Yaqut orang yang bersih di pemerintahan. Tidak pernah terlibat kasus hukum. Ini menjadi semacam bersih-bersih di internal PKB yang pernah tersandung kasus duriangate dan kami meminta KPK untuk mengusut tuntas skandal kardus duriangate ini,” tegas Muhammad.

“Dukungan seluruh AMNU, untuk Gus Yaqut akan terus kami gaungkan keseluruh mahasiswa dan keluarga Nahdhatul Ulama se-Indonesia,” tandasnya.**

Artikel SebelumnyaLarangan Mudik di Tengah Kondisi Covid-19, Sejumlah Petugas Gabungan Siaga di Sejumlah Titik Pos Penyekatan
Artikel BerikutnyaKetum DPP GOIB Ajak Seluruh Ihwan Dukung Keputusan Pemerintah Larangan Mudik Lebaran 2021