Musda DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Dinilai Bikin Gaduh, Dewek Cetuskan Kritikan

JAWA BARAT-banten.indeksnews.com-Perhelatan Musda KNPI Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 2021 yang akan di laksanakan sebentar lagi, tuai ketikan dari bebarapa pihak, salah satunya dari Dewek Sapta Pengurus DPD KNPI.

Kritikan yang disampaikan bukan tanpa alasan, dalam rapat pembentukan struktur kepengurusan pantia Musda KNPI Kabupaten Sukabumi yang akan dilaksakan, dinilai tidak melalui forum musyawarah sebagai ciri dari demokrasi indonesia.

“Saya secara pribadi selaku pengurus DPD KNPI, menyayangkan proses rapat pembentukan struktur kepengurusan panitia tidak lakukan secara terbuka dan tidak adanya informasi yang di terima oleh pengurus DPD KNPI Kabupaten secara terbuka,” cetus Dewek, Kamis (06/05/21).

Dewek menilai, dari adanya rapat yang digelar beberapa waktu lalu hanya di hadiri oleh sebagian pengurus. Ditambahkan, agenda rapat hanya terkondisikan melalui group aplikasi pesan singkat Whatsapp dan tidak diketahui oleh kepengurusan lain.

“Saya mengkhawatirkan bahwa proses musyawarah dalam penyusunan kepengurusan ini tidak sesuai prinsif demokrasi indonesia, padahal kita ketahui bahwa musda KNPI Kabupaten Sukabumi, merupakan momentum konsolidasi kaum muda yang tersebar melalui OKP yang berhimpun di organisasi KNPI,” tegas Dewek.

Dewek menilai, bila hal tersebut dibiarkan tanpa adanya kritik kedalam sebagai sarana pembenahan organisasi, akan menimbulkan budaya demokratisasi yang krisis.

“Seharusnya demokrasi sehat dan terbuka bisa di junjung tinggi bukan diabaikan, karena akan memicu adanya dugaan kepentingan oknum yang bermain pada perhelatan musda kedepan. Sehingga proses praktek kearah indikasi pengkondisian sudah dilakukan sejak dini dan hal tersebut berpeluang besar bisa saja terjadi,” kata Dewek.

Sebagai upaya polarisasi politik yang tidak kita harapkan bersama, ia menegaskan disampaikan dan informasi tersebut didapatkan dari salah satu pengurus yang hadir dalam acara rapat panitia Musda DPD KNPI saat itu.

“Untuk itu, saya telah menyampaikan langsung kritik ini di group pesan singkat Whatsapp pengurus DPD KNPI. Akan tetapi respon dari Ketua SC dan OC yang telah disepakati melalui pleno pengurus DPD KNPI, saya menilai tidak sesuai apa yang saya harapkan,” selorohnya.

Padahal, lanjut Dewek untuk ketahui bersama bahwa pelaksanaan Musda ini sangat dikejar waktu mengingat massa habis jabatan kepengurusan saat ini sampai bulan Mei 2021. Sehingga tentu ini perlu kerja ekstra bersama untuk mensukses kan acara musda tersebut.

“Tetapi bila pengkondisian awalnya saja sudah mulai tercium, tentu mencederai prinsip collectif collegial. Maka saya sangat pesimis acara musda yang akan berlangsung kedepan tidak berjalan sesuai dengan harapan peserta yang akan terlibat dan amanat rapimda akan gagal dilasanakan,” jelas Dewek.

Untuk itu, Dewek menyayangkan sikap otoriter yang dilakukan oleh oknum yang bermanuver di tahapan Musda DPD KNPI Kabupaten Sukabumi akan menimbulkan kegaduhan kegaduhan.

“Memang semua kewenangan menjadi wewenang pihak SC dan OC, akan tetapi forum musyawarah harus tetap dilakukan guna merawat budaya demokrasi,” tandasnya.**

Artikulli paraprakHeri Gunawan : RAI Hergun Akan Gelar Gerakan Sosial di Akhir Jum’at Ramadhan 1442 H/2021 Besok
Artikulli tjetërPegawai KPK yang Tak Lolos Tes ASN, ini Nama Namanya