Orang Tua Keji di Bekasi Tega Rantai Anak Sendiri Akhirnya jadi Tersangka

Bekasi
Illustrasi
R (15) tahun, Seorang ABG yang dirantai oleh orang tuanya di Bekasi, Jawa Barat berhasil diungkap polisi. Polisi mendapati kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada 19 Juli 2022. Polisi kemudian mengambil sejumlah langkah untuk menangani kasus ini.

“Di mana kejadian tersebut diawali ada informasi dari masyarakat pada hari Selasa tanggal 19 sudah kami sampaikan beberapa hari lalu bahwa dari informasi tersebut jajaran Polres Metro Bekasi Kota khususnya Polsek Jatiasih, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah sudah mengambil langkah-langkah,” ucap Kapolres Metro Bekasi Kombes Hengki, Sabtu (23/7).

Usai menerima laporan, Hengki menyebut pihaknya langsung menyelamatkan ABG yang dirantai oleh orang tuanya dan merawatnya dengan menitipkan ke panti asuhan.

“Awalnya akan dilakukan perawatan terhadap korban atas nama R yang akan dititipkan di Panti Asuhan Miftahul Abidin di Mustika Jaya pada hari Kamis, namun berita tersebut sudah keluar kalau kita sudah melakukan langkah-langkah kegiatan untuk menyelamatkan korban, nah dari situ tempatnya,” jelasnya.

Dua hari berselang atau tepatnya Kamis 21 Juli, Hengki menyebut polisi berhasil menangkap kedua orang tua korban. Keduanya adalah ayah kandung korban berinisial P (39) tahun dan ibu tiri A (39) tahun.

“Pada hari Kamis tanggal 21 Juli kita melakukan pengamanan terhadap kedua orang tua,” jelasnya.

Pada Sabtu 23 Juli, Hengki mengungkapkan korban dirujuk ke rumah sakit setelah polisi berkordinasi dengan KPAD dan Dinas Sosial Kota Bekasi. Korban kemudian dirawat di rumah sakit.

“Mengatasi dulu kondisi kesehatan korban akhirnya kita rujuk bersama KPAD maupun LPAI dan Dinas Sosial Kota Bekasi kita rujuk sampai hari ini masih dirawat di rumah sakit umum daerah Kota Bekasi mudah mudahan kondisinya mulai membaik,” ujarnya.

Ayah Kandung dan Ibu Tiri Jadi Tersangka

Polisi kemudian melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya polisi menetapkan orang tua korban yakni ayah kandung dan ibu tiri sebagai tersangka.

“Terhadap permasalahan ini kita sudah melakukan proses dari penyelidikan dan penyidikan perlu kami sampaikan bahwa terhadap kedua orang tuanya yang melakukan perbuatan pelanggaran hukum tindak pidana,” papar Hengki.

“Dari kejadian ini kita bisa mengamankan 2 orang tersangka serta barang bukti,” terangnya.

Barang bukti yang diamankan polisi adalah tali, rantai hingga gembok. Hengki menyebut rantai itu diikatkan ke kaki korban dan digembok.

“Ada tali berwarna hitam ini depan ini yang biasa digunakan oleh orang tuanya untuk mengikat kaki korban, serta ini ada rantai serta gembok yang sudah viral di berita ini untuk menggembok kaki atau mengikat kakinya dengan rantai inigemboknya,” katanya.

Motif Pelaku

Hengki menyebut berbagai alibi diungkap orang tua kenapa tega merantai anaknya. Orang tua menyebut anaknya itu nakal.

“Ya dengan berbagai alasan yang satu anaknya nakal dan sebagainya. Itu hanya penjelasan tapi ini sudah terjadi baik penelantaran, pertama anaknya tidak sekolah sama sekali ya. Tidak pernah sekolah itu satu menelantarkan itu, tidak menyekolahkan anaknya di balik keterbatasan anak tersebut walaupun ada kekurangan ya, anak autis pun memang ditampung untuk sekolah, ini orang tuanya tidak menyekolahkan itu salah satu menelantarkan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, ayah kandung korban berinisial P (39) tahun dan ibu tiri, A (39) tahun  telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 77b juncto 76b dan/atau pasal 80 juncto Pasal 76c UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU NO 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Hengki.

Artikel SebelumnyaDijanjikan Bisa Setubuhi Korban, Pria di Bekasi Ajak Teman Bunuh Mantan Pacar
Artikel BerikutnyaBocah Penderita Kanker di Karangasem Meninggal Dunia