Pelaksanaan Program Pamsimas di Desa Cireunghas, Digeber Dengan Semangat Kebersamaan

KAB.SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Cireunghas, Kecematan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus berjibaku bersama tokoh masyarakat laksanakan pengerjaan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang di luncurkan Pemeritah.

Ketua KSM Desa Cireunghas, Irwan mengatakan secara pelaksanaan Program Nasional Pamsimas yang dikomandoi dirinya, memanfaatkan sumber mata air Kopeng yang berada di atas lahan milik desa. Dengan modal kebersamaan dan gotong royong yang dimilikinya bersama tokoh pemuda, masyarakat dan dorongan pihak Pemerintah Desa, pembangunan Pamsimas bisa berjalan sesuai harapan dan target.

“Alhamdulillah di tahun 2021 ini, permasalahan kesulitan air dikala musim kemarau, bisa sedikit teratasi oleh adanya program Pamsimas dari Kementerian PUPR. Dengan memanfaatkan sumber mata air Kopeng, setidaknya untuk awal bisa terkaper di satu kedusunan empat saja, secara bertahap semoga bisa dirasakan manfaatnya untuk semua kadusuna di Desa Cireunghas,” kata Irwan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis 3 Juni 2021 kemarin.

Program
Foto Dokumentasi Asep Anwar.

Saat ini, lanjut Irwan pada pelaksanaan awal dengan pembentukan Reservoir atau Toren dengan ukuran dan material yang disesuaikan dengan spek dan gambar awal perencanaan. Dengan kapasitas toren kurang lebih 3,6 kubik (3600 liter) sebagai penampung air, bisa berdiri dengan cepat dan kokoh.

“Setiap hari pelaksanaan pembangunan kerap di bantu masyarakat, terutama kalangan pemuda yang berkeinginan program ini bisa berdiri dengan cepat dan bisa segera dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” paparnya.

Tokoh Ulama Desa Cireunghas Abi Hikmat Hasani mengapresiasi dan menyambut baik program Pamsimas di Desanya. Dimana dalam pelaksanaannya, bisa terbangun jiwa gotong royong dan kekompakan para pemuda khusus masyakarat.

“Tentunya Program Pamsimas ini sangatlah bagus dalam menanggulangi kesulitan air bersih di musim kemarau. Meski tidak secara keseluruhan kesulitan air dikemaru dirasakan, tetapi program ini dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat,” tandas Abi Hikmat.

Sekertaris Asosiasi Pamsimas Kabupaten Sukabumi, Rudi mengingatkan sisi pola pemikiran ataupun paradigma masyarakat yang wilayahnya mendapatkan kesempatan program Pamsimas. Agar bisa sedikit memahami bantuan ini adalah lebih menunjukkan swadaya dalam mewujudkan pembangunan Pamsimas ini bisa dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

“Kami berharap program ini jangan sampai jadi monumen dan terpasangnya batu prasasti bertuliskan Program Pamsimas, akan tetapi disini perlu kepedulian bersama yang dibangun, baik masyarakat, KSM, Pemdes maupun semua pihak. Jelas Pemeritah meluncurkan pamsimas ini agar bisa dirasakan manfaatnya secara organik,” tandasnya.**

Program
Foto Dokumentasi Progam Pamsimas di Kabupaten Sukabumi 2020.

Untuk diketahui Program Nasional Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota di Nusantara.

Program Pamsimas  bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan. Dengan pamsimas, diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Penerapan program ini dalam rangka mendukung pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui pengaruh keutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Program Pamsimas I mulai awal diluncurkan Pemeritah pada tahun 2008 sampai tahun 2021 saat ini. Pamsimas I berhasil diterapkan pada 6.845 (enam ribu delapan ratus empat puluh lima) desa, terdiri dari 6.262 (enam ribu dua ratus enam puluh dua) desa reguler dan sekitar 593 (lima ratus sembilan puluh tiga) desa replikasi.

Program Pamsimas II hingga sekarang 2021 dilaksanakan pada program pamsimas terus ditargetkan akan dilaksanakan dengan sasaran sekitar perkotaan dan pedesaan di provinsi Kota dan Kabupaten.***

 

Artikulli paraprakProyek Pasar Pelita Bancakan, Massa PB HIMASI Nilai Pak Wali Seperti Anak Kecil
Artikulli tjetër13 Formasi CPNS Kejaksaan RI 2021, Simak Rilis Peruntukan Lulusan Apa Saja Ya?