Pemkab Sukabumi Antisipasi Kasus Covid-19 Meningkat, Berlakukan Penyekatan Arus Mudik

SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Pemkab Sukabumi, Jawa Barat, siap memberlakukan penyekatan arus dibeberapa daerah perbatasan. Penyekatan dilakukan guna menghindari membludaknya arus mudik dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sesuai peraturan pemerintah pusat yang disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, tentang larangan mudik lebaran yang waktu pelaksanaannya diperpanjang terhitung dari tanggal 22 April-22 Mei mendatang. Untuk itu Pemkab Sukabumi melakukan meminimalisir terjadinya peningkatan kasus covid yang masuk ke Sukabumi,” kata Agus Taufik Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Senin (26/04/21).

Agus Taufik berharap seluruh masyarakat bisa memahami dan mohon untuk kerjasamanya untuk membantu Pemkab Sukabumi, untuk tidak melakukan mudik lebaran, baik yang akan mudik masuk maupun keluar Sukabumi.

“Dishub bersama dengan Polres Sukabumi Kota maupun Polres Kabupaten Sukabumi akan melakukan penyekatan di beberapa wilayah diantaranya Sukalarang yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, Cicurug berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Gunung Butak yang berbatasan dengan Provinsi Banten, kemudian jalur-jalur tikus seperti Tegalbuleud yang bisa dilalui dari arah Cianjur Selatan, serta jalur tikus lainnya akan kita maksimalkan” terangnya.

Masih menurut Agus aparat pemerintah mengingatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan aturan pemerintah tentang mudik ini karena untuk kebaikan masyarakat juga.

“Mulai hari ini secara operasional personel sudah disiagakan di daerah-daerah penyekatan. Petugas gabungan dilibatkan, kalaupun masih ada masyarakat yang nekad mudik kami akan putar balikan arah sesuai dengan peraturan,” tegas dia.

Lanjut Agus, dalam aturan yang diberlakukan pemerintah pusat ini, masyarakat harus percaya bahwa Covid-19 bisa saja menyerang. Larangan mudik ini untuk menjaga dan mengantisipasi jangan sampai ada cluster baru.

“Kita harus bisa belajar dari negara India, hari ini angka kematiannya paling tinggi karena terlalu berleha-leha menangani pandemi Covid-19,” tandas Agus.**

Artikulli paraprakGubernur Banten Lantik Walikota Tangsel Dan Bupati Pandeglang Terpilih
Artikulli tjetërDishub Warning Calon Penumpang Elf Pejampangan Untuk Tidak Memaksakan Naik Diatas Kabin Kendaraan