Pencurian Mobil dengan Modus Kencani dan Bius Korban Terjadi di Tangerang Selatan

Mobil
Illustrasi
Empat pelaku pencurian mobil di salah satu hotel kawasan BSD, Tangerang Selatan ditangkap polisi. Salah satu pelaku, perempuan berinisial VP (44), bekerja sama dengan suaminya berinisial JS (39) mencuri mobil milik korban.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanudin mengungkapkan korban berkenalan dengan pelaku melalui aplikasi kencan. Kemudian mereka berjanjian untuk bertemu di salah satu hotel dan melakukan hubungan seksual.

“Di tengah perjalanan, pelaku (VP) meminta untuk membeli minuman kopi di salah satu minimarket,” ujar Iman, Jumat (24/12/2021).

Di kamar hotel, sebelum melakukan hubungan seksual, pelaku memberikan kopi yang telah dicampur dengan obat bius. Alibinya, pelaku mengaku obat tersebut merupakan obat untuk menambah stamina dalam berhubungan seksual.

“Sesaat pelaku dan korban telah siap melakukan hubungan seksual, korban merasa pusing sempoyongan hingga tidak sadarkan diri, kemudian korban terbangun pada pukul 03.00 WIB,” bebernya.

Saat terbangun, ternyata handphone dan kunci mobil korban telah hilang. Setelah dicek ke parkiran, mobil korban telah hilang.

“Tersangka bekerja sama dengan suaminya saat melakukan aksi pencurian tersebut dengan cara suami tersangka yang telah menunggu di luar hotel untuk membawa mobil dari hotel,” kata Iman.

Pelaku kemudian menyerahkan mobil dan handphone korban ke lima pelaku lainnya. Setelah itu, lima pelaku menjual barang curian tersebut ke Jepara, Jawa Tengah.

“Dan kemudian diserahkan kepada pelaku lain untuk kemudian dijual ke daerah Jepara, Jawa Tengah. Tersangka menjual mobil tersebut dengan harga Rp 28,5 juta,” ujar Iman.

Kini, polisi telah menangkap empat dari tujuh pelaku pencurian tersebut berinisial VP, JS, ZS, dan IM. Sedangkan tiga pelaku lainnya berinisial A, E, dan A ditetapkan sebagai DPO kepolisian.

“Tersangka VP disangkakan pidana Pencurian Dengan Pemberatan yang sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 (tujuh) tahun dan tersangka JS, ZS, IM, A, E, A disangkakan pidana pertolongan jahat/penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 (empat) tahun penjara,” pungkasnya.

Artikulli paraprakPamulang Perlu Pembenahan, Zufikar,S.H., Turun Langsung ‘Serap Aspirasi Masyarakat Banten’
Artikulli tjetërPolisi Gagalkan Transaksi Sabu 1 Kilogram di Tangerang Selatan