Petinju Daud Yordan Akui Mayat yang Ditemukan di Bogor adalah Bendahara KONI Kayong Utara

Daud Yordan
Petinju Daud Yordan akui, mayat yang ditemukan di Curug Cibereum, Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor merupakan Bendaharanya di KONI Kayong Utara, Kalimantan Barat.

“Iya secara organisasi betul beliau Bendahara organisasi kami,” ujar Daud Yordan, yang juga merupakan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia  Kabupaten Kayong Utara, Senin (1/8/2022)

Menurut Daud Yordan, korban yang diketahui berinisial AN (35) berkomunikasi dengannya akan pergi ke Pulau Jawa untuk satu urusan. “Beliau dari awal pamit mau ke tanah kelahirannya di Pati Jawa tengah untuk suatu urusan, nah itu Komunikasinya ditanggal 19 bulan Juli,” ujarnya.

Selaku Ketua, Daud Yordan pun mengizinkannya untuk mengurus kepentingannya dan berpesan agar segera kembali ke Kabupaten Kayong Utara.

“Saya berpesan agar diselesaikan sesegera mungkin persoalan yang ada dan silahkan kembali ke Kayong Utara lagi secepatnya karena kita akan menghadapi pekan olahraga provinsi (PON),” ujarnya.

Kendati sedang berada di satu pulau yang sama yaitu di Pulau Jawa, Daud mengaku tidak bertemu dengan AN pada komunikasi terakhirnya.

“Kalo ketemu tidak, karena saya dengan kesibukan saya setelah pertandingan (tinju) kemarin. Saya memang beberapa hari di Jakarta, lalu pulang ke Kalbar karena ada penyambutan disini (kalbar), dan saya kembali ke Jakarta itu di tanggal 16 dengan agenda bertemu dengan beberapa tokoh di Jakarta yang memang sudah terjanjikan,” katanya.

Saat mendengar kabar duka tentang AN, Daud merasa sedih dan kehilangan.

“Tentu kami sangat berduka sekali, karena salah satu rekan kami yang kami kenal dari beberapa tahun yang lalu, bagaimana Beliau ini aktivis, pegiat sosial lalu anak muda, punya pemikiran yang cukup visioner ke depannya, saya kira sangat berduka sekali, mewakili koni dan masyarakat Kabupaten Kayong Utara juga merasakan duka mendalam atas kepergian beliau,” ujar Daud Yordan.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, jasad yang ditemukan di bawah jembatan tersebut diduga adalah korban pembunuhan.

“Kami dari polres bogor sekarang sedang melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penghilangan nyawa tersebut, terhadap jenazah, sudah kami lakukan autopsi di RS Kramatjati dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan ,” jelasnya di Polres Bogor.

Beberapa upaya pun telah dilakukan Polres Bogor guna mengungkap pelaku dari dugaan pembunuhan tersebut.

“Kami masih menunggu hasil forensik dari RS Kramatjati, di TKP ditemukan ada tali ripet di leher dan tangan kemudian pakaian korban, untuk handphone korban tidak ditemukan di TKP,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Siswo De Cuellar Tarigan menambahkan, AN pergi dari Kalbar menuju ke Pulau Jawa untuk melakukan kepentingan khusus.

“Kalo keterangan ibunya, itu sekitar tanggal Jum’at (29/7) masih sempat terjalin komunikasi. Saat sudah terjalin komunikasi, kemudian itu lah yang kami masih mintai keterangan dari pihak keluarga,” pungkasnya.

Artikel SebelumnyaGus Samsudin Guru Agama yang Dituding Lakukan Penipuan Melalui Praktek Perdukunan
Artikel BerikutnyaOknum Anggota DPRD Purwakarta Ditangkap Saat Pesta Sabu dengan 2 Orang Rekannya