Plaza Summarecon Digeledah KPK, Sejumlah Dokumen Hingga Alat Elektronik Diamankan

Plaza Summarecon
Plaza Summarecon, Jakarta Timur digeledah Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyita sejumlah dokumen hingga alat elektronik, beberapa waktu lalu.

Penggeledahan Plaza Summarecon yang dilakukan tim Satgas KPK tak lepas dari kasus suap menjerat eks Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menjadi tersangka terkait izin pembangunan apartemen oleh PT.

“Selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan Plaza Summarecon,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (8/8/2022).

“Di lokasi tersebut selanjutnya ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen hingga alat elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara,” imbuh Ali.

Dari barang bukti yang disita, kata Ali, tentunya tim penyidik akan melakukan analisa dan dimasukkan ke dalam berkas perkara tersangka Haryadi Suyuti.

“Analisis berikut penyitaan atas temuan bukti-bukti ini segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara tersangka HS (Haryadi Suyuti) dan kawan-kawan,” katanya.

Dalam kasus ini, Haryadi ditetapkan tersangka bersama tiga orang lainnya. Mereka yakni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana (NWH) dan Sekretaris Pribadi sekaligus ajudan Haryadi, Triyanto Budi Yuwono (TBY).

Sedangkan, tersangka pemberi suap yakni Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono (ON).

Kasus ini berawal terkait permintaan izin mendirikan bangunan (IMB) yang diajukan oleh Oon Nusihono dengan mendirikan apartemen Royal Kedhaton di kawasan Malioboro.

Diketahui wilayah itu merupakan masuk dalam Cagar Budaya ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta.

Sehingga, Haryadi Suyuti menerbitkan surat rekomendasi yang mengakomodir permohonan tersangka Oon dengan menyetujui tinggi bangunan melebihi batas aturan maksimal sehingga izin bangunan dapat diterbitkan.

Selama proses penerbitan izin tersebut sejak 2019 sampai 2021, setidaknya Haryadi menerima uang secara bertahap dengan nilai Rp 50 juta. Uang itu diberikan Oon melalui tangan kanan Haryadi yakni Tri Yanto Budi.

Artikel SebelumnyaIdentitas Mayat Pria Ditemukan di Tol Km 68 Serang Terungkap, Korban Warga Palembang
Artikel BerikutnyaSeorang Santri di Kabupaten Tangerang Tewas Akibat Perkelahian Sesama Teman Sendiri