Podium Lapang Kibitay Sukabumi Terancam Roboh, Taman Renyah Terancam Nasib Yang Sama

SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Terkesan tidak memperoleh anggaran pemeliharaan secara rutin, kini podium lapang di salahsatu kecamatan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, Jawa Barat. Kondisinya makin rusak berat.

Pantau dilokasi salahsatu lapang yang diperkirakan dibangun tahun 2014-2015 di wilayah Kampung Kibitai Kecaman Lembursitu, kondisinya lebih memperihatinkan dan beberapa kontruksi bangunan podium lapangan mengalami retakan yang sudah menghawatirkan dan terancam roboh. Sebab itu, bila podium tersebut tidak segera dilakukan perbaikan dikhawatirkan akan membahayakan.

Kondisi podium lapang yang berada di Lembursitu adalah wajah pembangunan pasilitas olahraga yang tidak diimbangi pemeliharaan berkelanjutan. Disini pemerintah terkesan hanya fokus rencangan dan pembangunan saja, tanpa pemeliharaan berkelanjutan.

podium lapang
Foto Dokumentasi : Kondisi podium lapang bola di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, menghawatirkan.

Ketujuh lapangan sepak bola yang bagian kondisi podium lapang rusak berat dan terancam roboh yakni tersebar di Kecamatan Gunungpuyuh, Cikole, Warudoyong, Citamiang, Lembursitu, Baros dan Kecamatan Cibereum.

Kondisi sekarang diiarea lapangan Kibitai Lembursitu, Warudoyong dan Baros, Pemkot Sukabumi telah terbangun taman-taman yang memiliki nama Taman Renyah. Akan tetapi belum juga setahun sudah kembali tidak terurus dan tidak digunakan dengan efektif.

“Padahal Pemkot Sukabumi bisa lebih memikirkan perbaikan podium lapang dimana taman-taman renyah dibangun.
Hampir sebagian besar dipenuhi ilalang dan rumput serta bangunan podium yang berpungsi untuk tempat duduk penonton rusak berat, bagian temboknya retak-retak mengangga,” kata Moch Hilman (45) salah satu warga Kelurahan/Kecamatan Lembursitu ketika diminta tanggapannya, Minggu (25/04/21).

Lembaga Analisia dan Transparansi Anggaran Sukabumi (Latas) Sukabumi, Fery menilai pemerintah melalui Disporparekraf, terkesan tidak memperhatikan sistem pengelelolaan dan pemeliharaan lapang kecamatan yang memakan anggaran miliaran rupiah.

Sejauh ini, malah pihak pemerintah gencar membangun taman-taman Renyah disekitar lapang yang kondisi podiumnya dibiarkan rusak bertahun-tahun.

“Latas berasama salah satu media harian regional pada tahun 2015, pernah menanyakan kepada kepala Disporparekraf masa itu (Rudi Dujahansyah). Ia mengaku tidak memiliki anggaran khusus untuk pemeliharaan ketujuh bangunan lapang kecamatan tersebut,” beber Fery.

Lanjut Fery, pasca dibangunnya ketujuh lapang kecamatan di Kota Sukabumi, kalo tidak disertai dengan anggaran untuk pemeliharaan. Program pembangunan lapangan terkesan terlalu dipaksakan, begitupun taman-taman renyah jangan sampai asal jalankan program taman tanpa memikirkan sistem anggaran pemeliharaan.

“Sejak 2015 hingga sekarang 2021 jadi otomatis bangunan podium di sejumlah lapangan sampai sekaramg tidak memperoleh perawatan secara intensif. Nah, kalo pembangunan taman-taman renyah nasibnya jangan kaya podium lapang tersebut,” cetusnya.

podium lapang
Foto Dokumentasi : Taman Renyah yang dibangun di sekitar Lapang Bola di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, papan nama rusak dan terkesan tak terawat.

Salah satu ASN di Kecamatan Lembursitu dan Baros yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sebenarnya usaha untuk melakukan usulan anggaran untuk pemeliharaan lapang kecamatan, telah beberapa kali mengusulkan ke Pemkot Sukabumi. Sayang sampai saat ini belum ada realisasinya, sehingga kondisi bangunan podium lapangan semakin rusak.

“Setau saya, pihak kecamatan setiap tahun membawa usulan-usulan dari masyarakat ke Musrembang. Salahsatunya usulan untuk pemeliharaan lapangan kecamatan tersebut,” singkatnya.

Ia berharap dengan tersediannya anggaran pemeliharaan semua banguanan lapangan kecamatan bisa terawat secara kontinu. Dengan begitu lapangan kecamatan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat diwilayah masing-masing kecamatan setempat.

“Memang kalau melihat kondisi sekarang lapangan kecamatan yang ada, tidak bisa dumanfaatkan secara optimal, karena kondisi bangunya sungguh memperihatinkan,” katanya.**(CR-1/Red)

Artikulli paraprakLKN lembaga kajian nawacita : Mantan ketua DPR MPR Periode 1978-1983, Daryatmo Terima Anugerah Satya Lencana dari Presiden Jokowi
Artikulli tjetërKRI Nanggala Ditemukan Dalam Kondisi Terbelah Menjadi 3 Bagian