polres tangsel
INDEKSNEWS|KOTA TANGERANG SELATAN-Dalam rangka memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang menjadi permasalahan nasional yang serius oleh Pemerintah, Polres Tangsel terus melakukan pemberantasan dengan menangkap 3 pelaku yang diduga bandar narkotika  jenis sabu senilai Rp.1.800.000.000, yang akan beraksi pada akhir tahun.Paparan tersebut disebut oleh Kapolres Tangsel saat konferensi persnya di Mapolres, Jalan Promoter, Lenkong Gudang,Kota Tangerang Selatan

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanudin didampingi Kasat Narkoba AKP Amantha Wijaya Kusuma, Kasat Reskrim AKP Aldo Primananda Putra, Kanit jatanras Polres Tangsel IPTU Agung Susetio Aji, Kanit Ranmor Polres Tangsel Winarno Setiyanto SH, KBO Narkotika Ipda Abdul Rasyid.

AKBP Iman Imanuddin menyampaikan bahwa tiga tersangka bernama AL, JL, SY, beserta barang bukti 26 (dua puluh enam) bungkus plastik klip bening telah diamankan. Dimana didalamnya terdapat narkoba sabu total sekira 1000 gram dan satu buah timbangan digital, dua unit handphone.

Polres Tangsel telah membongkar bandar Pandelang senilai Rp 1.800.000.000 (satu miliyar delapan ratus juta rupiah) yang dipecah menjadi 26 plastik klip. Dimana barbuk tersebut dapat dikonsumsi lebih dari 20.000 orang,menurut pengakuan para tersangka sehingga pihak Polres Tangsel telah menyelamatkan 20.000 jiwa pemakai Narkoba kutip AKPB Iman Imanuddin.

Secara kronologis ,Kapolres menjelaskan,” Awal dari hasil penangkapan tersangka AL dan SY dengan barbuk satu paket narkoba jenis sabu seberat 0,32 gram pada Selasa (21/12) di pukul 02.00 WIB di daerah Pondok Aren,Tangsel oleh unit 1 Satres Narkoba dibawah pimpinan Kasat Narkoba Amantha.

Kemudian berdasar keterangan AL mengaku narkotika jenis sabu yang disita dari penguasaan tersangka JL adalah barang miliknya.Asal barbuk didapat dari AK asal Pandeglang,Banten pada hari Kamis (16/12) masih dalam pengejaran.

Setelah memperoleh sabu, AL langsung menuju lokasi SY untuk mempersiapkan sabu dalam paket yang dibagi sebanyak 26 bungkus plastik klip bening yang rencananya diedarkan pada saat malam pergantian tahun 2021-2022 diwilayah Tangerang Selatan.

Tersangka dapat dijerat pasal 114 ayat (2) atau 112 (2) atau 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman pidana mati atau penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 tahun. (Ardhi)

Artikulli paraprakFormasu: Sikap Tegas Kapolda Sumut Kepada 28 Anggota Demi Presisi Polri
Artikulli tjetërPamulang Perlu Pembenahan, Zufikar,S.H., Turun Langsung ‘Serap Aspirasi Masyarakat Banten’