Program Langit Biru Berhasil, Pemerintah Daerah Ganti Ditantang Batasi Premium dan Solar

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan ft istimewa
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan ft istimewa
JAKARTA, banten.indeksnews.com –Program Langit Biru yang dilaksanakan PT Pertamina mendapat acungan jempol dari Pengamat Otomotif Jusri Pulubuhu dan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan. Sebab, program itu dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan.

Sebaliknya setelah program langit biru berhasil, Jusri Pulubuhu dan Mamit Setiawan kini ganti mendesak pemerintah daerah agar mulai membatasi distribusi BBM kualitas rendah sejenis Premium RON88 dan Solar CN48. “Peniadaan BBM premium atau jenis BBM lain yang tidak ramah lingkungan, bukan saja urgen untuk mengurangi tingginya polusi, juga menjaga kesehatan masyarakat,” kata Mamit Setiawan.

Seperti diberitakan, pelaksanaan Program Langit Biru yang digelar PT Pertamina di Denpasar pada Juli 2020 lalu dinilai berhasil mendorong masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari naiknya konsumsi BBM jenis Pertaserie di Bali. Karena itu, Pertamina juga menggelar Program Langit Biru di Tangerang Selatan pada September 2020.

Bahkan, PT Pertamina kini memperluas Program Langit Biru ke delapan kota/kabupaten, yakni ke Cimahi, Sukabumi, Purwakarta, Tasikmalaya, Buleleng, Malang, Kediri, dan Kuningan. Pertamina juga akan memperluas program ini hingga luar Jawa untuk terus mengedukasi pentingnya menggunakan bahan bakar ron tinggi, ramah lingkungan, seperti pertamax series.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai program langit biru terus disosialisasikan oleh Pertamina sangat tepat. Agar lebih maksimal, perlu dipetakan lagi wilayah-wilayah yang dari sisi polusi masih cukup tinggi.

“Proses edukasi melalui program langit biru ini sangat baik saya kira, apa yang dilakukan oleh Pertamina dan pemerintah untuk mengajak masyarakat beralih ke BBM ron tinggi, sangat tepat,” ujar Mamit.

Agar program maksimal, kebijakan pembatasan premium juga perlu dilakukan. Selain sudah tidak sesuai dengan perkembangan terkini kendaraan bermotor, agar program ini bisa lebih maksimal. Bisa saja dengan memberi diskon untuk produk BBM seperti pertalite maupun pertamax.

Selain itu, pemerintah daerah pun bisa meminta kepada Pertamina untuk tidak menyalurkan premium ke wilayah mereka jika memang masyarakatnya siap untuk tidak menggunakan premium. premium dan pertalite selama disparitas harga yang masih jauh ditambah kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih. Karena itu perlu terus dilakukan sosialisasi dan edukasi juga skema terbaik agar masyarakat mau menggunakan BBM nonsubsidi.

Program langit biru tepat diterapkan di Jakarta, apalagi kondisi udara yang tidak semakin baik. Sebab itu, program ini menjadi keharusan karena sesuai dengan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Program ini harus dilakukan secara bertahap sehingga bisa semua daerah bisa menerapkannya.

Pengamat Otomotif Jusri Pulubuhu menambahkan, dengan edukasi yang dijalankan pemerintah, secara perlahan publik akan menyadari dampak positif menggunakan BBM ron tinggi. Program Langit Biru bisa terus diperluas.

Adapun untuk kendaraan angkutan, dia yakin pemerintah akan memiliki kebijakan yang tepat. Bahkan, pemerintah disarankan tak ragu untuk mulai sepenuhnya menyalurkan BBM ron tinggi.

“Pemerintah sebenarnya hanya perlu melakukan setop produk BBM octan dan cetane rendah. Sudah saatnya masyarakat menggunakan BBM Ron tinggi karena memiliki banyak kelebihan, mesin awet, tenaga kendaraan terjaga,” ujar Jusri.

Artikulli paraprakBus Listrik Buatan INKA, E-Inobus Diminati Kongo
Artikulli tjetërSiti Fadilah Supari Mantan Menkes Bebas Murni