Proyek Pasar Pelita Bancakan, Massa PB HIMASI Nilai Pak Wali Seperti Anak Kecil

KOTA.SUKABUMI,Banten.indeksnews.com-Untuk kesekian kalinya, Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB HIMASI) menyoroti mangkraknya Proyek Pasar Pelita terus diserukan. Kali ini sejumlah massa berlangsung di depan Balai Kota Sukabumi, Jalan R Syamsudin SH, Kamis 3 Juni 2021.

Informasi yang dihimpun, aksi para mahasiswa (PB HIMASI) menyoal pembangunan proyek pasar pelita dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dengan pengwalan ketat petugas gabungan (Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607, Dishub, Satpol PP), berlangsung kondusif dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Salah satu tuntutan para mahasiswa dalam aksi demonstrasinya, kembali mempertanyakan kepada Pemerintah Kota Sukabumi, Khusus kepemimpinan Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi, tentang inti permasalahan seutuhnya pembangunan atau Proyek Pasar Pelita yang sudah berlangsung 8 tahun lamanya namun tak kunjung usai dan dinilai bancakan.

“Hari ini kami (PB HIMASI) kembali datang ingin mempertanyakan status proyek Pasar Pelita yang terus menerus tidak ada kejelasannya. Selain itu, kami sangat kecewa dan shock mendengar penjelasan Wali Kota yang sedang meminta pihak pengembang untuk segera menyelesaikan. Padahal jelas sebagai pucuk pimpinan di Kota Sukabumi, harus bisa tegas terhadap pengembangan yang tidak bisa menyelesaikan persoalan pasar pelita sampai hari ini,” tegas Danial Kordinator Aksi.

Proyek Pasar Pelita
Foto : Massa PB HIMASI saat menyoal perkembangan pembangunan Pasar Pelita.

Ia beranggapan, sekelas anak kecil pun bisa menjelaskan seperti apa yang yang di paparkan Pak Wali Kota saat menjawab tuntutan PB HIMASI dalam tuntutan aksi tersebut.

“Jujur hari ini kami tergaskan Pak Achmad Fahmi selaku Wali Kota Sukabumi pengecut, tidak mau jujur tentang inti permasalahan Pasar Pelita. Bagi kami berbicara tentang permasalahan Pasar Pelita bukan tentang adendum dan putus kontrak. Kami tidak mau dipolitisasi oleh siapapun,” seloroh Danial.

Danial juga menambahkan, saat ini yang diperlu dipikirkan oleh Pemkot Sukabumi, bagaimana caranya proyek Pasar Pelita bisa segera jadi sesuai rencana. Andapun tugas kewajiban
pengembang bagaimana Pasar Pelita itu bisa selesai dibangun sesuai kontrak dan aturan yang sudah disepakati.

“Hal ini tugas pemkot salah satunya untuk bisa memfasilitasi nasib para pedagang dan kami PB Himasi sampai kapanpun akan terus memperjuangkan dan mengawal pembangunan Pasar Pelita. Ini sudah delapan tahun tidak ada tanda-tanda cepat diselesaikan,” ujar Danial.

Proyek Pasar Pelita
Foto Ilustrasi : Kondisi proyek Pasar Pelita.

Dalam memberikan tanggapan massa PB HIMASI, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjelaskan bahwa, terhitung tanggal 31 Mei 2021 merupakan akhir dari adendum ke 4. Kemudian hari ini Kamis 3 Juni 2021 masuk dalam tahapan pemutusan kontrak kerjasama, berdasarkan Permendagri No 19 Tahun 2016 ada tiga tahapan yang harus ditempuh.

“Tahap pertama adalah surat peringatan pertama, tahap ke dua adalah surat peringatan kedua dan tahap ketiga adalah surat peringatan ketiga, jadi setelah pada tanggal 31 Mei 2021 termasuk hari ini yang sedang dilaksanakan adalah tahap pemutusan kerjasama dengan mekannisme surat peringatan pertama,” terang Fahmi.

Kang Fahmi sapaan akrab Wali Kota Sukabumi menambahkan, ketika kerjasama ini tidak dilaksanakan sesuai mekanisme yang lain akan berlanjut.

“Pemkot sedang meminta kepada pihak pengembang untuk segera menyelesaikan sebagimana yang terdapat dalam perjanjian kerjasama,” jelas Kang Fahmi.**(CR1/Red)

Artikel SebelumnyaDisdukcapil Dapat 18 Alat Perekaman dan Pencatak KTP-el di 100 Hari Kerja Bupati-Wakil Bupati Sukabumi
Artikel BerikutnyaPelaksanaan Program Pamsimas di Desa Cireunghas, Digeber Dengan Semangat Kebersamaan