Ribuan Sekolah PAUD di Kab Sukabumi Menjerit, BOP Tahun 2021 Gagal Cair Setelah MOU dan Kwitansi Ditanda Tangani

SUKABUMI,banten.indeksnews.com-Sekitar 1100 lembaga Pendidikan Usia Dini (PAUD) dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sakabumi, Jawa Barat, di bikin galau dengan kabar gagalnya pencairan Bantuan Operasional (BOP) tahun 2021.

Akibatnya, sejumlah kepala sekolah Satuan PAUD Sejenis (SPS) paud yang barada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus kembali dibikin galau dengan keputusan tidak cairnya BOP tahun 2021, mereka terpaksa cari pinjaman ke pihak ketiga untuk menutupi biaya operasional sekolah dan kebutuhan guru sehari-hari ditengah Pandemi Covid-19.

“Kami perwakilan satuan paud di Kecamatan Kalapa Nunggal merasakan kekecewaan dan ingin mempertanyakan kepada dinas pendidikan atas keputusan kabar BOP sekolah paud tidak cair, keputusan itu mendadak dan terkesan sepihak, setelah surat MOU dan kwitansi di tandatangani oleh setiap lembaga. Ini ada apa,?” kata salah satu Kepala PAUD di Kecamatan Kalapa Nunggal, yang enggan disebutkan namanya, saat menyampaikan kegalauannya melalui pesan singkat Whatsapp, 01 Juni 2021.

Ia menuturkan, semua lembaga pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya 1100 lembaga satuan PAUD menangis dan merasa miris, karena semuanya dipastikan punya utang untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Hutang yang sudah kami pinjam, harus di bayar sama apa?, kalo BOP tidak di cair kan. Dengan nominal yang beragam mulai dari Rp 5-6 juta, dihitung sesuai jumlah murid, bagi kami itu sangat berharga dan diharapkan,” cetus dia.

Tanpa alternartif mencari pinjaman, pihaknya tidak dapat melaksanakan KBM. Para guru PAUD juga membutuhkan dana untuk menutup ongkos transportasi ke sekolah dan biaya-biaya operasional KBM sehari-hari.

“Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda upaya dari dinas terkait. Kalo belum ada kabar bakal adanya pencairan. Para guru dan pengelola PAUD akan tergantung pada dana pinjaman. Sulit bagi kami menghadapi kondisi seperti ini sangat sulit. Apalagi sekarang kami menghadapi ujian akhir dan dampak pandemi,” kesalnya.

PAUD
Foto Screenshot : Video berdurasi 1,04 menit yang dilakukan SPS PAUD di Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, sejumlah Satuan Kepala dan Guru PAUD di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, melakukan aksi menyampaikan orasi melalui video yang ditujukan kepada Dirjen PAUD dan Kemendikbud RI, untuk segera mencaikan bantuan BOP, Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik tahun anggaran 2021.

Dalam video berdurasi 1,04 menit yang terlihat dikomandoi seorang wanita didampingi para pendidik lainya, sebanyak 19 orang pendidikan sekolah PAUD di Kacamatan Cicantayan.

“Assalamualaikum kami mewakili Satuan PAUD Sejenis atau SPS PAUD yang barada di lingkungan Kecamatan Cicantayan. Dengan ini kami menyampaikan kepada Bapak Dirjen PAUD, Kemendikbud RI. Untuk menyampaikan hak-hak kami, agar kami mendapatkan hak kami sebagai penerima bantuan operasional sekolah (BOP) dana DAK Non Fisik tahun 2021. Kami mohon kepada bapak sekiranya kami menerima hak-hak kami, disamakan dengan paud yang lainnya, demikian permohonan kami, sekitarnya bapak bisa mengabulkan permohonan kami,” kutip isi seruan video yang disampaikan SPS PAUD Kacamatan Cicantayan.

Sementara itu, H Dadang Kepada Bidang Pendidikan Anak Usai Dini (Kabid PAUD) Disdik Kabupaten Sukabumi, membenarkan kondisi gagalnya pencairan bantuan BOP untuk lembaga sekolah PAUD di Kabupaten.

“Ya, bantuan buat Kemendikbud SPS jangan dianak tirikan. Masalah keterlambatan pencairan dana BOP dialami secara nasional, tertunda karena regulasi, kita tunggu keputusan dari pusat,” tandasnya.**

Artikel SebelumnyaPresiden Joko Widodo: Pancasila kini menghadapi tantangan ideologi-ideologi trans-nasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia
Artikel BerikutnyaTahun 2021 Kemendikbud Kucurkan BOP PAUD Rp 4,01 Triliun Untuk 6, 6 Juta Siswa